MALUKUnews, Ambon: Sesuai hasil penelitian dari ilmuan Amerika Serikat Prof Ron Harris dari Brigham Young University Amerika Serikat yang memprediksikan bencana gempa dan tsunami sebesar Aceh bisa terjadi di Maluku. Untuk mengantisipasi tersebut maka Pemerintah Kabupaten (Bursel) mengupayakan untuk melakukan pembangunan perumahan 150 meter dari pesisir.

Hal ini diungkapkan Bupati Bursel Tagop Sudarsono kepada wartawan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Provinsi Maluku tahun 2013 yang berlangsung di lantai II gedung Islamic Center, Senin, kemarin.

Selain upaya pembangunan perumahan tersebut, Kata Tagop pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dengan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD).

Menurutnya, tsunami bisa saja terjadi di Maluku mengingat Provinsi Maluku berada pada garis busur dalam, sehingga memungkinkan untuk terjadi tsunami.

Dirinya mengharapkan upaya yang dilakukan pemerintah saat ini harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Disisi lain Wakil Bupati Maluku Tengah (Malteng) Marlatu Leleury tidak mempercaya hasil penilitian tersebut. Sehingga Pemerintah Kabupaten Malteng tidak akan melakukan upaya apapun dalam mengantisipasi tsunami.

“kami tidak mempercaya hal tersebut, musibah yang terjadi tidak sembarang. Semuanya itu diatur oleh Tuhan,” ungkapnya. Sebelumnya, Seketaris Daerah (Sekda) Maluku Ros Far-far mengatakan, tindaklanjut dari hasil penilitain tersebut dirinya akan mengundang undang lembaga-lembaga terkait untuk kita rapat guna membahas informasi tersebut.

Masalah gempa dan tsunami yang mengancam Maluku lanjut Far-Far juga akan dibahas saat rapat koordinasi Pemerintah Daerah (Pemda) se Maluku Senin (25/11) pekan depan. “Masalah ini akan menjadi satu catatan bagi pak Gubernur. Mengingat wilayah Maluku sering sering terjadi gempa di bawah tanah terumata di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Baya (MBD),”ungkapya.

Pemprov Maluku juga kata Far-Far akan meminta minta pendapat dari lembaga yang berwenang yang mengetahui secara pasti jalur-jalur atau wilayah yang rawan gemapa dan tsunami, sehingga bisa melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Kita berharap dalam pertemuan bupati, walikoat sekda dan ketua DPRD se Maluku, bisa mendapatkan gambaran yang jelas antisipasi yang bisa dilakukan. Minimal sosialiasi kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu bahwa jika terjadi demikian, langkah-langkah apa yang dilakukan,”sebutnya .

Far-Far mencontohkan, dalam penanganan bencana Wae Ela, Pemprov Maluku jauh-jauh hari telah melakukan antisipasi, sehingga pada waktu kejadian tidak ada ketakutan.

“Saya berharap dengan hasil penelitian yang dilakukan, masyarakat tetap tenang, melakukan aktivitas sebagaimana mestinya. “Pemerintah daerah akan bersama dengan institusi terkait akan melihat hal ini dan melakukan kegiatan-kegiatan antisipasi secara bersama-sama,”janjinya.(Shella)