MALUKUnews, Ambon: Untuk mempermudah tugas Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) dan Bawaslu Maluku dalam mengawasi berbagai aksi pelanggaran saat pemilu, ternyata ada solusi dari berbagai elemen pemuda. Alex Batuwael yang adalah salah satu aktivis Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Buru menawarkan solusi bagi penyelenggara pemilu khususnya Panwaslu dan Bawaslu Maluku untuk mengkandangkan seluruh atribut bernuansa pemerintah sebelum masa kampanye terbuka yang akan dihelat dalam waktu dekat ini.

“Kami mempunyai solusi sepekan sebelum kampanye terbuka dimulai, seluruh mobil dinas kecuali mobil fungsional dikandangkan,” kata ujar Batuwael kepada wartawan , di Ambon kemarin.

Mobil fungsional yang dimaksudkan diantaranya ambulans, truk pengangkut sampah, serta mobil dinas pemadam kebakaran. sementara untuk mobil dinas pejabat dan instansi teknis tidak boleh dibawa pulang. Dia juga meminta agar Panwaslu meminta pemerintah setempat untuk menginventarisasi kendaraan dinas untuk mempermudah pengawasan. Sebab, saat ini nomor polisi mobil dinas bisa saja diubah menjadi warna hitam.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk tidak terjadi kesalahan dan pelanggaran saat pilkada berlangsung, sebab menggunakan atribut negara saat berkampanye dilarang dalam ketentuan undang-undang. Selain menyoroti mobil dinas,Dia juga meminta masyarakat dan Panwaslu juga ikut memantau potensi penyalahgunaan fasilitas ruangan atau gedung milik pemerintah, seperti balai kelurahan dan kecamatan, serta aset daerah lain. “Kalau disewakan tak menyalahi aturan. Tapi kalau dipinjamkan itu menyalahi,” katanya. (Eda)