MALUKUnews.co, Namlea: Kepolisian di Kabupaten Buru, Maluku, dinilai tak mampu menghentikan aktifitas tong pengolahan emas ilegal yang menggunakan bahan kimia berbahaya di arel gunung botak.

Pantauan Malukunews.co, di lapangan menyebutkan, meskipun sudah beberapa kali tim kepolsian diterjunkan ke lokasi areal gunung botak itu, namun juga hasilnya tak memuskan. Buktinya hingga saat ini aktifitas tong pengolahan emas ilegal itu masih terus berlangsung.

Untuk diketahui, ada empat pemilik tong pengolahan emas ilegal yang saat ini beroperasi di tiga lokasi berbeda di areal gunung botak itu. Mereka atas nama Haji Komar yang usaha ilegalnya itu berada di Desa Wabloy, Kecamatan Lolongguba. Mantri Molle dan Irawan Molle, usaha ilegal mereka berada di Desa Dava, Kecamatan Waelata dan tong milik Yadi Solissa berada di unit 11 Kecamatan Waelata.

Malukunews.co Bersama sejumlah wartawan lainnya, beberapa hari lalu, juga mendatangani lokasi tong pengolahan emas ilegal itu, sekaligus menyaksikan langsung aktifitas para pekerja disana. Para pekerja itu, seakan tak memperdulikan larangan dari pihak kepolsian maupun pemerintah pusat.

Menariknya, ada pernyataan sedikit ekstrim dari para pekerja saat ditemui Malukunews.co, mereka mengatakan, selama ini tidak ada tindakan hukum terhadap mereka. Memang beberapa kali ada petugas yang datang, tapi mereka hanya mengambil data saja pak. “ Banyak sekali petugas yang datang ke sini, kedatangan mereka untuk minta keterangan dari kami dan melihat-lihat aktifitas kami di sini saja,” cerita salah satu pekerja yang tak mau menyebutkan namanya saat ditanya Malukunews.co.

Hingga berita ini dipublikasikan, Malukunews.co belum berhasil mintai konfirmasi terkait pemberitaan ini dari pihak kepolisian Polres Buru. (Edhy)