MALUKUnews.co, Namlea: Bak rendaman material Emas yang menggunakan bahan kKima berbahaya (B3) menjamur di pertambangan ilegal gunung botak, salah satunya ditemukan di lokasi Alor Pisang gunung botak, berjarak antara pagar sengk dan gunung botak.

Pantauan media ini pada lokasi pagar Senk, terlihat aktifitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) sepi, namun setelah di datangi, terlihat bak rendaman tersebut sementara aktif dan siap untuk di panen.

Terkait hal itu, Sejumlah PETI saat ditemui di dusun Wamsait enggan berkomentar, dengan alasan yang berbeda-beda, "Katong hanya kodok-kodok par cari satu dua gram, tapi kalo buat rendaman terkecuali Katong pung modal basar pak" terang Dula salah satu PETI yang ditemui di dusun Wamsait.

Saat ditanya tentang keberadaan Bak Rendaman dan pemiliknya, dirinya tidak tahu, melainkan dirinya meminta wartawan untuk tidak selalu memberitakan mereka yang mengais rejeki kecil-kecilan di gunung botak, "tulis mereka yang buat Tong dan Rendama, karna dorang itu yang pakai obat-obat berbahaya, Katong ini karja manual saja untuk anak bini pung ongkos sekolah dan makan tiap hari".

Menjamurnya bak rendaman material emas dengan menggunakan bahan kimia berbahaya pada lokasi Gunung Botak sangat berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat setempat, bahkan pemerintah dan pihak keamanan setempat kewalahan dalam memberantas PETI dengan alasan anggaran untuk penyisiran tidak tersedia. (Edhy)