MALUKUnews, Namlea: Puluhan mashasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammdiyah (IPM) dan Pengadilan Rakyat Buru, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buru di Namlea, Jumat (20/12), pagi.

Aksi ini dilakukan sebagai protes terhadap Kepala Dinas PUPR Buru, Asyifa Alatas.

Ketua IPM Buru Gadri F, bersama rekan-rekannya dalam aksi itu mempertanyakan kinerja dinas PUPR yang tidak maksimal. Kadis PUPR tidak mampu mengawasi proyek-proyek pembangunan di kabupaten Buru. Seperti proyek pembangunan GOR, RSU, proyek MTQ, Air Bersih di Desa Ubung dan Lining Saluran yang sampai saat ini masih terbengkalai.

Gadri juga mengatakan, GOR yang dibangun tahun 2010 lalu, misalnya, telah menghabisakan anggaran negara sekitar Rp. 2 miliar. “ Tetapi sampai saat ini GOR itu belum juga rampung,” teriaknya dalam aksi itu.

Sementara Ketua Pengadilan Rakyat Namlea, Taufik Fanolong, dalam aksi itu, menyinggung terkait pembangunan RSUD tipe B Regional yang di bangun tahun 2017, namun hingga kini juga belum rampung juga. Padahal Bupati Buru Ramly Umasugi pada kampanye saat mencalonkan diri sebagai bupati waktu lalu, berjanji RSUD Buru sudah bisa rampung pada tahun 2018. Namun kenyataanya, hingga kini belum rampung juga,” ujar Taufik.

Dalam orasinya itu, Taufik pun mendesak bupati Umasugi supaya segera mencopot Asyfa Alatas dari jabatannya selaku kepala dinas PUPR. Ia dinilai tidak mampu membangun insfraktur di kabupaten Buru. “ Kepala dinas PUPR itu lemah, jadi bupati copot saja, karena tidak berguna untuk masyarakarat,” ujar Taufik dalam oprasinya itu. ( Red)