MALUKUnews.co, Namlea: Wakapolres Pulau Buru, Kompol Janny Parinussa mengatakan, masalah Penambang Tanpa Ijin (PETI) di Gunung Botak (GB), itu adalah tanggungjawab pimpinan, Kapolres AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja.

"Saya tidak bisa mengambil kebijakan, karena ada pimpinan saya. Gunung Botak itu urusan pimpinan. Bukan saya," kata Kompol Janny Parinussa saat dicegat wartawan usai mengikuti acara launching One Top Service Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di aula kantor Bupati Buru, Selasa (24/08), siang.

Ditanya langkah apa yang akan diambil Polres Pulau Buru menyusul maraknya PETI di GB, kemudian domping, rendaman dan tong, serta yang diungkapkan bupati saat lounching one top service, bahwa tambang GB juga memberikan dampak buruk bagi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bahkan sering terjadi pembunuhan di sana. Terkait dengan pertanyaan wartawan itu, Wakapolres terlihat sangat hati-hati dalam meladeni wartawan. Ia pun tak mau menjawab pertanyaan wartawan itu.

Bahkan Parinussa pun balik bertanya kepada wartawan, topik pembicaraan kita sekarang ini apa? Mengenai gunung botak kah atau mengenai one stop service kekerasan terhadap perempuan dan anak. Wakapolres pun tampak paham dalam meladeni wartawan.

Ketika wartawan menyebut, tadi dalam sambutan Bupati ada disinggung juga mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai dampak dari GB, lagi-lagi Parinussa tidak langsung menjawabnya.

Parinussa kemudian meminta agar topiknya cukup membicarakan mengenai perempuan dan anak dan enggan membahas topik yang ditanya wartawan." Mari kita lihat satu persatu, kalau kita bicara mengenai perempuan dan anak, mari kita bicara mengenai perempuan dan anak. Jangan kita ambil fokus yang lain. Jangan disinggung topik yang lain," ujar Parinussa.

Saat dikejar lagi soal GB yang disentil pula oleh bupati saat launching, lagi-lagi Parinussa tidak mau menjawabnya." Yang disinggung oleh pak bupati tadi itu kewenangan beliau. Saya hanya ke sini mewakili saya punya pimpinan, kapolres," ucap Parinussa yang terlihat cukup berpengalaman dalam meladeni gempuran pertanyaan wartawan itu. (Edhy)