MALUKUnews.co, Namlea: Bupati Buru Ramly I Umasugi kepada Wartawan baru-baru ini di Namlea mengingatkan kepada masyarakat Buru, supaya berhati-hati dalam melaksanakan aktifitas khususnya di wilayah pertambangan Gunung Botak (GB) yang masih berstatus illegal itu.

Keprihatinan Bupati itu, mengingat beberapa tahun lalu ketika gunung botak ramai, banyak hal yang terjadi, seperti praktek kriminal disana-sini. " Gunung Botak ketika ramai, maka terjadi tingkat kriminal yang sangat tinggi seperti pencurian, penipuan, miras, judi, narkoba, bahkan hingga menghilangkan nyawa orang lain (pembunuhan)", ujar bupati.

Bupati juga tidak mengetahui siapa dibalik kondisi aktifitas gunung botak saat ini. " Saya sangat prihatin dengan kondisi ini, sampai sekarang saya tidak tahu siapa yang kerahkan ini semua,” ucapnya.

Bupati berharap agar masyarakat bersabar menunggu keputusan pemerintah pusat terkait status tambang gunung botak,. Masyarakat juga dimohon untuk bersabar, karena saya beberapa waktu lalu sudah melakukan vidcom dengan kementerian ESDM, Kemenko Marves dan kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “ Dalam acara vidcom itu, saya sudah sampaikan kondisi teraktual terkait masalah gunung botak," ucap bupati.

Sebelumnya, dari hasil pantauan Malukunews.co, bahwa semenjak penambang emas ilegal beraktifitas di gunung botak itu, sudah terjadi beberapa kasus kriminal, seperti perjudian yang berakhir dengan penganiayaan terhadap wartawan yang saat ini sementara berproses di Polres Buru. Juga ada kasus meninggalnya seorang penambang di lokasi gunung botak lantaran sakit. (Edhy)