MALUKUnews.co: Pasien COVID-19 kerap mengeluhkan kondisi anosmia atau tidak bisa mencium bau. Kondisi ini pada dasarnya umum terjadi ketika seseorang terinfeksi virus corona.

Setelah kondisi kesehatan berangsur pulih, kemampuan Anda untuk mencium bau pun biasanya ikut membaik.

Anda juga tak perlu khawatir, sebab, baru-baru ini peneliti menemukan cara untuk mengembalikan indera penciuman yang hilang akibat infeksi COVID-19.

Bagaimana caranya? Berikut penjelasannya.

Dilansir dari The Health Nexus, dr. David Rosen, otorinolaringologi dari Jefferson Health di Amerika Serikat menjelaskan penyebab anosmia saat terinfeksi virus corona.

Menurutnya, coronavirus sudah masuk ke dalam hidung dan menempel di saraf penciuman bagian atas.

Saraf tersebut bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada otak mengenai bau apa yang Anda cium.

Ketika saraf itu terganggu akibat adanya virus, otak tidak bisa menangkap sinyal untuk mengodekan wangi tersebut.

Guna mengatasi hal itu, dr. Rosen menyarankan untuk melakukan latihan indera penciuman. Caranya, berlatih mencium bau parfum atau minyak esensial.

Latihan tersebut pada dasarnya menggunakan metode neuroplastisitas, yakni kemampuan tubuh untuk membentuk jalur saraf baru. Metode ini membantu tubuh menciptakan jalur saraf baru dan memulihkan indra penciuman.

Selain itu, dr. Rosen merekomendasikan penggunaan asam lipoat alfa, suplemen vitamin A, atau semprotan hidung steroid untuk memulihkan kondisi tersebut.

Dokter Devia Irine Putri juga menyarankan hal yang sama. Ia menganjurkan Anda untuk membersihkan hidung dengan larutan garam steril secara rutin dan mencium aroma yang menyengat.

“Bisa melatih indra penciuman dengan mencium dengan bau-bauan, misalnya kopi, cengkeh, alkohol, bunga, atau minyak kayu putih. Setelah itu, latihan mencium dengan mengendus 15-20 detik setiap jenis bahannya, kemudian diulang 2-3 kali dalam sehari,” jelas dr. Devia.

Menurut dr. Devia, waktu pemulihan setiap orang berbeda-beda. Ada pasien yang sembuh dalam beberapa hari dan ada yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Masih dilansir dari The Health Nexus, penderita yang tak mampu mencium bau setelah terinfeksi COVID-19 mungkin juga mengalami parosmia.

Parosmia adalah gangguan penciuman yang membuat penderitanya mencium bau tak sedap.

Kendati begitu, dr. Rosen mengatakan setiap bau yang mampu Anda cium adalah tanda-tanda kesembuhan yang baik.

Artinya, regenerasi saraf sedang terjadi di dalam indera penciuman Anda. Hal itu juga terjadi karena serat saraf di dalam hidung Anda belum sepenuhnya kembali normal.

Perlukah Periksa ke Dokter?

Jika sudah melatih indera penciuman dengan cara di atas, namun kemampuan Anda dalam mencium bau tidak membaik, dr. Devia menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

“Tujuan konsultasi untuk melihat apakah ada masalah lain yang menyebabkan anosmia terjadi, misalnya saja kondisi polip. Bila tidak ada penyebab lainnya dan murni hanya post COVID-19, bisa tetap melatih penciuman di rumah dan cuci hidung secara rutin,” jelas dr. Devia.

Jika ditemukan adanya penyebab lain yang mendasari anosmia, dokter akan mengambil langkah penanganan yang tepat. Itu dia penjelasan mengenai cara mengembalikan indera penciuman pasca terkena COVID-19. (OVI/AYU)

Sumber: klikdokter.com