MALUKUnews.co: Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan buah peach atau persik. Ya, buah ini banyak dijadikan sebagai topping kue, yoghurt, dan lain-lain.

Selain enak, persik dikatakan efektif mencegah dan melawan kanker payudara. Bagaimana manfaat buah persik untuk penanganan kanker payudara? Simak penjelasan medisnya berikut ini.

Buah Persik Bisa Atasi Kanker Payudara, Benarkah?

Buah peach yang memiliki nama lain Prunus persica mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh.

Salah satu kandungan yang terkenal dari persik adalah vitamin C. Tidak hanya itu, peach juga mengandung kalori, lemak baik, protein, serat, vitamin E, vitamin K, dan karbohidrat.

Karena mengandung sejumlah nutrisi baik tersebut, persik disebut-sebut efektif dalam mencegah dan mengatasi keganasan seperti kanker payudara.

Dalam penelitian yang diterbitkan Journal of Nutritional Biochemistry, para peneliti menemukan ada senyawa di dalam buah persik yang dikatakan bisa membunuh sel kanker paling agresif di dalam tubuh.

Penelitian menunjukkan, persik paling banyak mengandung senyawa pelawan kanker. Hanya saja, senyawa tersebut akan mati ketika buah persik dipanaskan.

Jadi, buah peach kalengan dianggap tidak mengandung senyawa yang bisa melawan kanker. Senyawa yang dipercaya ampuh melawan kanker adalah fenolik di dalam buah peach.

Senyawa fenolik akan membunuh sel kanker pada payudara tanpa merusak jaringan normal di bagian tersebut.

Dalam sebuah penelitian, terdapat perbandingan sel normal dengan dua jenis kanker payudara, termasuk jenis yang paling agresif. Sel-sel yang dirawat dengan ekstrak buah persik dikatakan efektif membunuh sel kanker.

Dalam penelitian lebih lanjut, dua komponen asam fenolat spesifik yaitu klorogenik dan neoklorogenik bertanggung jawab membunuh sel kanker.

Kedua senyawa ini sangat umum pada buah-buahan. Namun, peach dan plum menjadi dua buah yang paling banyak mengandung dua komponen tersebut.

Buah Persik

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti mengungkapkan, “Beberapa studi memang menunjukkan bahwa kandungan fenol di dalam buah peach bisa menekan risiko kanker pada payudara.”

“Tapi perlu diingat, efek konsumsi peach saat sudah kena kanker akan berbeda dengan mengonsumsi peach sebelum kena kanker atau bentuk dari pencegahan kanker itu sendiri,” tegasnya.

Pengobatan kanker payudara harus dilakukan sesuai tindakan medis, misalnya kemoterapi, terapi radiasi, atau operasi.

Sedangkan, persik mungkin hanya bermanfaat sebagai terapi suportif yang membantu meningkatkan nutrisi selama pasien kanker menerima pengobatan. (FR/AYU)

Sumber: klikdokter.com