MALUKUnews.co: Minyak kelapa atau minyak kopra diolah dari daging buah kelapa tua. Di dalamnya terkandung beberapa jenis trigliserida rantai menengah atau medium chain triglyceride (MCT).

Selain itu, minyak kelapa juga dikenal memiliki antioksidan cukup tinggi. Kandungan ini membuat minyak kelapa banyak digunakan sebagai alternatif mentega, minyak zaitun, maupun minyak sayur untuk memasak dan memanggang makanan.

Tidak sedikit pula yang menyebut minyak kelapa lebih menyehatkan dibandingkan jenis lemak lainnya. Karena kepopulerannya sebagai bahan makanan sehat, minyak kelapa banyak direkomendasikan untuk pengidap kondisi medis tertentu, seperti diabetes.

Bagaimana manfaat minyak kelapa untuk diabetes? Ketahui jawabannya melalui uraian berikut.

Penelitian Soal Manfaat Minyak Kelapa untuk Pengidap Diabetes

Membantu Mengontrol Berat Badan

Kondisi kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Oleh karena itu, mengontrol berat badan penting dilakukan guna mencegah penyakit gangguan metabolik tersebut.

Melansir Healthline, sebuah riset mengungkapkan, mengonsumsi minyak kelapa selama delapan pekan dapat membantu mengurangi lemak tubuh. Hal ini dibandingkan dengan mengonsumsi minyak kacang.

Studi lainnya menyebutkan, pria yang mengonsumsi 2 sendok makan (30 ml) minyak kelapa murni selama 4 pekan mengalami pengurangan lemak perut yang signifikan.

Meski begitu, terdapat penelitian yang menyebutkan minyak kelapa tidak berdampak pada penurunan berat badan maupun pengurangan lemak tubuh. Hal ini dibandingkan dengan jenis lemak sehat lainnya.

Secara keseluruhan, dibutuhkan penelitian lanjutan guna mengetahui manfaat minyak kelapa untuk membantu mengontrol berat badan.

Kaya Antioksidan

Beberapa studi menduga minyak kelapa murni mengandung antioksidan. Senyawa ini membantu menetralkan radikal bebas berbahaya dan melindungi tubuh dari kerusakan sel.

Antioksidan berperan penting mencegah kondisi kronis seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Meski begitu, deretan penelitian itu menggunakan minyak kelapa murni yang belum diproses, diputihkan, dan dihilangkan baunya. Yang perlu dicatat, khasiat antioksidan pada berbagai minyak kelapa belum tentu sama.

Sensitivitas Insulin

Sebuah studi berskala kecil menemukan, pria sehat yang mengonsumsi minyak kelapa selama delapan pekan mengalami peningkatan sensitivitas insulin.

Kondisi ini membuat kemampuan sel tubuh dalam menggunakan insulin dan memanfaatkan gula darah menjadi lebih baik.

Meski begitu, dibutuhkan penelitian lanjutan guna memperoleh bukti lebih kuat soal efek minyak kelapa pada sensitivitas insulin.

Aturan Konsumsi Minyak Kelapa untuk Penderita Diabetes

Dokter Reza Fahlevi menjelaskan, secara keseluruhan minyak kelapa baik untuk kesehatan. Karena, minyak kelapa mengandung 62 persen MCT dan antioksidan. Manfaat MCT diyakini dapat membantu menurunkan berat badan.

Meski begitu, minyak kelapa masih tergolong sebagai lemak jenuh. Minyak ini juga mengandung kalori tinggi.

“Jadi, tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Karena, lemak jenuh kalau dikonsumsi berlebih ditumpuk dalam tubuh, jadi lemak tubuh juga, sehingga bisa memicu obesitas dan memperparah kondisi diabetes,” jelas dr. Reza.

“Tapi, kalau digunakan dalam jumlah sedikit seperti 1-2 sendok per hari itu masih oke,” ia menambahkan.

Penderita diabetes boleh mengonsumsi minyak kelapa asalkan dalam jumlah terbatas. Anjuran ini perlu dipatuhi agar kandungan lemak jenuh dan kalori minyak kelapa tidak membahayakan kesehatan. (FR/JKT)

Sumber: klikdokter.com