MALUKUnews.co: Tuna merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dikonsumsi. Ikan tuna memiliki 15 varietas yang berbeda, namun tuna sirip kuning, tuna sirip biru, Albacore, dan Cakalang merupakan varietas yang paling sering ditemui.

Selain rasanya yang enak, ikan ini juga memiliki kandungan yang baik untuk tubuh. Tuna merupakan sumber vitamin B, asam lemak omega-3, kalium, vitamin D, fosfor, selenium, dan magnesium yang baik. Melansir dari Global Seafoods, pada 4 ons ikan tuna terdapat 120 kalori, 25 gram protein, 1 gram lemak, dan 0 karbohidrat.

Khasiat untuk Kurangi Risiko Kanker

Nutrisi pada tuna disebut-sebut baik untuk penderita kanker. Ikan yang berkembang biak di air asin ini memang merupakan sumber antioksidan yang mampu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Lemak Omega-3 yang terdapat pada tuna pun dipercaya dapat mengurangi risiko kanker prostat pada pria dan kanker payudara pada wanita.

Kandungan tuna yang kaya akan mangan, zink, dan vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sementara antioksidan di dalamnya dapat melawan radikal bebas dan menurunkan risiko kanker.

Vitamin D pada tuna juga memiliki manfaat yang baik untuk mengurangi perkembangan sel kanker. Selain itu, vitamin ini mampu meningkatkan kematian pada sel kanker.

Bolehkah Mengkonsumsi Tuna Setiap Hari?

Meskipun tuna memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, konsumsi tuna setiap hari tidak dianjurkan, begitu pula bagi penderita kanker. Bagi orang dewasa yang sehat saja, FDA merekomendasikan batasan konsumsi dua hingga tiga porsi tuna kalengan (12 ons) setiap minggunya.

Tuna berada di tingkat teratas rantai makanan laut, sehingga ikan tersebut berisiko mengandung kadar merkuri yang membahayakan kesehatan. Meskipun begitu, tidak semua tuna mengandung merkuri.

Tuna sirip kuning dan Albacore merupakan jenis tuna yang paling baik. Sedangkan tuna mata besar merupakan jenis tuna yang harus dihindari karena kandungan merkuri yang cukup tinggi.

Dokter Sara Elise Wijono menyarankan agar penderita kanker mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan bervariasi. Jika tuna dikonsumsi setiap hari, maka kebutuhan akan makanan yang lebih variatif tidak terpenuhi.

“Intinya adalah pola makan yang disarankan itu bergizi seimbang dan bervariasi. Kalau setiap hari makan tuna, sebenarnya tidak bervariasi dalam pola makan,” ungkap dr. Sara Elise.

Cara Sehat Makan Tuna

Untuk memasak tuna, Anda dapat mencairkan tuna yang beku terlebih dulu. Tuna dapat dipanggang, digoreng, tumis, ataupun dikonsumsi mentah dalam menu salad. Cara lain untuk mengkonsumsi tuna adalah dengan mengolahnya menjadi sandwich dan tartare.

Mengingat kadar kolesterol pada tuna, sebaiknya Anda memasak ikan ini tanpa minyak atau margarin. Saus yang digunakan sebagai pendamping pun disarankan rendah lemak.

Sebagai pengganti mayones, Anda bisa menggunakan greek yoghurt pada sandwich tuna. Yogurt jenis ini selain bebas lemak juga kaya akan protein. (PUT/JKT)

Sumber: klikdokter.com