MALUKUnews.co: Keberadaan alat bantu pernapasan di rumah sakit maupun klinik sangatlah penting. Tanpa adanya benda tersebut, pasien dengan gangguan napas tak akan tertolong alias bisa meninggal dunia.

Adanya alat bantu napas menjadi lebih penting lagi, khususnya di masa pandemi COVID-19 ini. Sejak tahun lalu, fungsi alat yang satu itu benar-benar krusial untuk menekan angka kematian pasien.

Ingin tahu apa saja alat bantu pernapasan oksigen yang kerap dipergunakan oleh medis? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Nebulizer

Nebulizer merupakan alat bantu pernafasan untuk sesak nafas, khususnya yang disebabkan oleh asma. Alat ini memiliki masker yang bisa ditempel ke hidung dan mulut, serta selang.

Nebulizer mampu mengobati lewat aerosol yang terhirup sehingga pernapasan pasien menjadi lebih baik.

2. Air Purifier

“Buat yang punya penyakit rhinitis alergi, air purifier bisa sangat berguna,” ujar dr. Sara Elise Wijono, MRes Faktanya, air purifier mampu membersihkan udara dalam ruangan dari alergen, polutan, dan zat beracun. Tidak heran, apabila digunakan dengan tepat, alat yang satu ini dapat menurunkan risiko kekambuhan gejala alergi, bahkan asma.

3. Liquid Oxygen Tank

Jika Anda melihat tabung pernapasan menyerupai termos, itu adalah liquid oxygen tank. Fungsinya adalah untuk menyimpan oksigen dalam bentuk cairan, yang nantinya diubah menjadi gas hirup.

Biasanya, satu termos liquid oxygen tank mengandung 45 kilogram cairan.

4. CPAP Machine

“Continuous positive airway pressure (CPAP) sangat bermanfaat untuk penderita sleep apnea,” kata dr. Sara. Alat ini akan mengeluarkan gas oksigen dari selang menuju masker yang menempel di hidung pasien.

5. Compressed Oxygen Gas Tank

Bentuknya dan cara kerja konversinya mirip dengan liquid oxygen tank. Hanya saja alat yang satu ini lebih jarang dipergunakan. Alat ini sangat berat dan biasanya hanya terdapat di rumah sakit.

6. Oximetry Meters

“Selain di rumah sakit atau klinik, alat ini juga bisa dimiliki di rumah, khususnya di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang,” ucap dr. Sara.

“Oksimetri bisa memantau kadar oksigen dari orang yang memiliki keluhan sesak napas. Mereka yang tidak punya keluhan tersebut tetapi sedang isolasi mandiri juga bisa menggunakan alat ini,” sambungnya.

Sebelum memberikan hasilnya secara cepat, alat tersebut dipasang di pergelangan tangan atau ujung jari pasien. Oximetry meters ramai diperbincangkan ketika banyak orang yang mengalami happy hypoxia.

7. Suction Machines

Alat bantu ini bisa membersihkan lendir yang mengganggu dan menghambat pernapasan pasien. Bentuknya seperti selang yang terhubung dengan mesin. Tekanan yang diberikan alat ini akan merangsang lendir keluar dari salurannya.

8. Konsentrator Oksigen Portable

Karena namanya “portable”, maka alat bantu pernapasan oksigen yang satu ini bisa dibawa ke mana-mana dan digunakan kapan saja. Konsentrator ini bisa mengubah udara sekitar menjadi oksigen bersih dan layak hirup.

Terdapat dua tipe alat konsentrator oksigen portable, yakni dengan daya listrik atau menggunakan tenaga dari baterai.

Demikian beberapa alat bantu pernapasan yang sering digunakan medis untuk mengelola dan menyelamatkan kondisi pasien. (NB/JKT)

Sumber: klikdokter.com