MALUKUnews: Bicara soal susah makan mungkin yang pertama kali terpikirkan adalah anak-anak. Ya, itu memang tidak salah.

Nyatanya, bukan cuma anak-anak yang seperti itu, melainkan lansia! Untuk menyiasati masalah lansia susah makan, minum susu pun kerap dijadikan solusi. Lantas, bagaimana tanggapan dokter mengenai alternatif tersebut?

Mengapa lansia susah makan?

Ketika seseorang sudah mulai menua, seluruh fungsi panca inderanya akan mengalami penurunan, tak terkecuali indera perasa. Fungsi indera perasa atau pengecap sudah menurun fungsinya. Lansia akan merasa makanan yang dikonsumsinya tidak enak (meski sebenarnya rasa dari makanan tersebut enak/biasa saja).

“Kondisi tersebut pada akhirnya menurunkan nafsu makan. Masalah lansia susah makan menjadi sulit dicegah. Belum lagi dengan kondisi gigi mereka yang sudah copot atau ompong. Itu juga membuat mereka sulit untuk mengunyah makanan dengan benar. Sebagian dari mereka memilih untuk tidak makan dan hanya minum,” jelas dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter..

Adapun minuman yang kerap dijadikan solusi pengganti makanan adalah susu sapi. Ini karena susu tersebut dianggap memiliki nilai gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Anda pun berpikir, “Daripada tidak ada asupan sama sekali, lebih baik, diisi susu saja kan?”

Susu tetap tidak bisa mengganti makanan

Namun sayangnya, dr. Sara berpendapat sebaliknya. Susu memang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan kalsium untuk memelihara kesehatan tulang dan vitamin D untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Jika dikonsumsi secara rutin, minuman tersebut dapat mencegah osteoporosis pada lansia.

Kendati demikian, susu masih tidak bisa mengganti fungsi dari makanan dan tidak bisa mencukupi semua kebutuhan nutrisi harian lansia. Apalagi sebagian lansia memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Jika asupan nutrisi tidak terpenuhi, bukan tak mungkin lansia justru lemas dan jatuh sakit.

“Susu memang minuman yang bergizi. Tetapi ingat, dia tak bisa menggantikan fungsi makanan. Akan lebih baik bila lansia minum susu plus tetap makan makanan bergizi lainnya agar kondisi tubuh lansia semakin sehat,” tutur dr. Sara.

“Apabila masalah lansia susah makan itu dipicu oleh kesulitan mengunyah dan menelan, lebih baik dihaluskan saja semua makanannya. Jadi, lansia tinggal menelan dengan baik. Memang jadinya mirip seperti bayi, tetapi itu lebih baik ketimbang tak makan sekali dan hanya bergantung dengan susu,” dr. Sara menegaskan.

Apa yang bisa Anda sajikan?

Makanan yang dihaluskan memang terkesan sangat mudah untuk dibuat dan dimakan. Namun, ada pula lansia yang tidak mau menyantapnya karena menganggap bahwa makanan tersebut seperti makanan bayi atau makanan orang sakit. Untuk mengakali hal itu, Anda bisa membuatkannya olahan sup dan smoothies saja.

Sup yang Anda buat sebisa mungkin terdiri atas karbohidrat, protein, serat, dan vitamin. Oleh sebab itu, Anda bisa membuatnya sup bening (terbuat dari kaldu) atau sup yang kental (terbuat dari krim atau susu). Isiannya bisa potongan daging, tahu, atau telur, lalu sayur-sayuran, dan potongan kentang.

Jika bosan dengan sup-supan, Anda juga bisa membuat sesuatu yang dikukus. Jangan lupa untuk mengukusnya hingga lunak agar lansia bisa muda memakannya.

Selain itu, smoothies bowl pun bisa dijadikan opsi. Untuk menambah protein dalam smoothies bowl, Anda bisa menambahkan irisan kacang almon di dalamnya (hindari almon utuh jika lansia sulit menelan) ataupun yoghurt. Untuk menambah cita rasa manis, tambahkan sedikit madu.

Supaya lansia tidak merasa dibedakan ketika makan bersama, Anda bisa menyantap makanan yang sama dengan mereka. Saat minum susu pun, Anda juga bisa ikut menemaninya.

Masalah lansia susah makan jangan hanya diatasi dengan minum susu. Coba periksakan hal itu ke dokter. Jika sudah diketahui, dokter bisa memberi obat agar nafsu makannya kembali. Pastikan juga Anda mengajaknya dengan ramah. Paksaan hanya membuat lansia semakin malas untuk makan. RPA/AYU Sumber: klikdokter.com