MALUKUnews.co: Terkadang tanpa disadari seseorang dapat merasa tenang saat melihat warna tertentu. Faktanya, warna memang berpengaruh pada perasaan seseorang.

Hal inilah yang membuat ilmuwan mencoba melakukan terapi warna pada orang dengan masalah kesehatan mental.

Terapi warna diketahui menunjukkan manfaat yang signifikan pada mereka dengan gangguan kejiwaan. Simak penjelasan seputar terapi warna di sini.

Apa Itu Terapi Warna?

Melansir Healthline, color therapy pada dasarnya menggunakan warna dan cahaya untuk mengobati kondisi kesehatan mental dan fisik tertentu.

Dasar dari terapi ini adalah warna yang tertentu dapat membangkitkan respons yang berbeda pada setiap individu.

Para ahli yang percaya pada teori ini beranggapan warna dapat berdampak positif pada seseorang dalam beberapa cara dan membantu sejumlah kondisi.

Misalnya, stres, depresi, hipertensi, gangguan tidur, agresi, kecemasan, kanker jenis tertentu, dan juga infeksi kulit.

Terapi Warna

Pada titik tertentu, tanpa disadari Anda pasti pernah merasakan terapi warna. Contohnya, saat melihat taman dengan dominan warna hijau, suasana hati menjadi lebih baik dan tenang.

Hal tersebut diamini Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog. Menurutnya, terapi warna dapat membantu treatment fisik dan mental seseorang, utamanya untuk mengatasi stres dan menstabilkan mood. Orang dengan kecemasan juga bisa dibantu dengan color therapy.

“Warna-warna yang ada di sekitar kita itu biasanya memengaruhi bagaimana kondisi psikologis kita; apakah itu malah membuat semakin stres atau bikin kita jadi lebih relax,” ucap Ikhsan.

Beberapa potensi manfaat terapi warna, meliputi:

Menghilangkan stres. Warna-warna tertentu, seperti biru dan hijau, dapat memiliki efek menenangkan pada orang yang stres atau cemas.

Meningkatan nafsu makan. Warna-warna hangat dapat meningkatkan nafsu makan pada orang yang kehilangan selera makan. Mengurangi seasonal affective disorder (SAD) atau depresi musiman atau berulang. Pada orang yang menderita gangguan depresi musiman, warna-warna hangat seperti kuning dan oranye dapat membantu meringankan gejala.

Meningkatkan energi. Warna-warna seperti merah dan kuning telah terbukti meningkatkan energi dan membuat Anda lebih termotivasi.

Namun demikian, masih diperlukan banyak penelitian untuk mengetahui efektivitas terapi warna dalam mengobati kondisi-kondisi di atas.

Sejauh ini, terapi warna hanyalah bentuk pengobatan pelengkap, dan bukan bentuk perawatan medis yang utama.

Teknik Terapi Warna

Dijelaskan oleh psikolog Ikhsan, pada terapi warna nantinya klien akan diperlihatkan berbagai warna yang umum. Misalnya, merah, biru, hijau, kuning atau oranye. Ada dua teknik dalam melakukan terapi warna.

“Teknik pertama melalui indera penglihatan. Klien akan melihat warna-warna tertentu sesuai dengan keluhan fisik dan mental yang disampaikan. Nantinya diharapkan tubuh merespons yang menandakan healing,” ucap Ikhsan.

“Yang kedua, bisa juga dengan memantulkan langsung warna ke bagian tubuh tertentu dengan harapan mengurangi gejala yang dirasakan,” dia melanjutkan.

Jadi, pada color therapy warna-warna tertentu dianggap memiliki panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda-beda.

Itu tadi penjelasan mengenai manfaat dari terapi warna. Jika Anda tertarik untuk melakukannya, coba konsultasi dengan psikolog terlebih dahulu. Sampaikan keluhan Anda agar disesuaikan terapi apa yang tepat untuk kondisi tersebut. (HNS/AYU)

Sumber: klikdokter.com