MALUKUnews.co: Saat bulan Ramadan, umat muslim akan berpuasa selama sebulan penuh dan berlomba-lomba menjalankan ibadah lainnya.

Sayangnya, Ramadan kali ini masih berlangsung dalam suasana pandemi COVID-19. Berpuasa saat pandemi membuat Anda jadi lebih ekstra untuk menjaga kesehatan tubuh.

Untuk menjaga kesehatan secara maksimal, Anda bisa menyimak tips dan informasinya lewat ulasan berikut ini. Tantangan Berpuasa di Masa Pandemi

Berpuasa, menurut Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia), dr. Inggrid Tania, jika dilaksanakan dengan benar dapat memperbaiki imun tubuh agar lebih kuat.

Sebab, pengaturan tubuh kita secara otomatis dialihkan menjadi energy conservation mode.

Untuk menghemat energi, tubuh akan mendaur ulang sel-sel imun yang sudah tua atau sudah rusak. Nantinya, tubuh akan menghasilkan sel-sel imun muda yang lebih mampu melawan infeksi.

Kendati begitu, ada banyak faktor yang memengaruhi imun tubuh. Di antaranya Anda harus mencukupi kebutuhan cairan, nutrisi bergizi lengkap dan seimbang, cairan, dan tidur yang berkualitas.

Anda juga harus beraktivitas fisik rutin, mengendalikan stres, dan penyakit tertentu. Bila salah satu faktor tersebut tidak terpenuhi, Anda membutuhkan suplemen untuk meregulasi sistem imun.

Pasalnya, benteng pertahanan tubuh kita didasari oleh sistem imun yang kuat. Sistem imun akan menahan masuknya semua agen infeksi ke dalam tubuh.

Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Cara Alami

Kinerja sistem imunitas dapat dioptimalkan dengan memodulasi atau menyeimbangkan respon imun.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda bisa mengonsumsi herbal asli yang bersifat imunomodulator.

Anda juga perlu tahu, herbal asli lebih cocok dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Sebab, herbal sudah terbukti aman dan telah dirasakan khasiatnya oleh generasi nenek moyang dan generasi selanjutnya.

Berikut adalah 4 herbal asli yang bisa Anda konsumsi:

1. Daun Sambiloto

Menurut penelitian, sambiloto mempunyai fungsi antivirus terhadap virus SARS-CoV-2 (virus penyebab COVID-19).

Senyawa-senyawa aktifnya, terutama Andrographolide, dapat berikatan dengan protein virus dan mampu menghambat replikasi/multiplikasi virus SARS-CoV-2. Daun sambiloto juga dapat berfungsi mengurangi peradangan di dalam tubuh.

2. Meniran

Meniran adalah herbal yang mengandung senyawa dan antioksidan. Kedua zat tersebut bisa memodulasi respon imun, meredakan peradangan dan menghambat virus.

Selain kaya akan antioksidan, meniran memiliki sifat antivirus karena berperan sebagai imunomodulator di dalam tubuh.

3. Jahe Merah

Tanaman herbal ini dipercaya memiliki sifat antiinflamasi dan mengandung antioksidan.

Kandungan tersebut membantu meredakan peradangan dan meningkatkan sistem imun untuk melawan penyakit, termasuk COVID-19.

4. Daun Sembung

Dedaunan yang satu ini juga tak kalah ampuh dalam menjaga daya tahan tubuh. Daun sembung pun turut dipercaya memiliki khasiat antiperadangan. Selain itu, tanaman herbal ini mampu memperbaiki masalah di sistem pernapasan.

Agar lebih praktis, Anda bisa mendapatkan khasiat 4 herbal asli tersebut dengan mengonsumsi Fatigon Promuno.

Fatigon Promuno adalah suplemen yang bersifat imunomodulator dan terdiri dari 4 jenis herbal asli, seperti sambiloto, jahe merah, meniran, dan daun sembung.

Suplemen ini juga dapat membantu melawan dan menghancurkan virus, memiliki sifat antiperadangan, serta mampu mengoptimalkan daya tahan tubuh.

Anda bisa mengonsumsi satu kapsul Fatigon Promuno saat bulan puasa guna menjaga daya tahan atau imun tubuh tetap kuat. (OVI/AYU)

Sumber: klikdokter.com