MALUKUnews.co: Bisa jadi, lidah adalah salah satu organ yang kurang Anda rawat dan perhatikan. Tak jarang, gangguan kesehatan di lidah tidak cepat diketahui dan ditangani.

Salah satunya adalah lidah pecah-pecah atau dikenal dengan fissured tongue. Melansir Unair News, fissured tongue merupakan kondisi terdapatnya cekungan atau celah sempit di permukaan lidah yang mirip seperti alur memanjang.

Lidah pun jadi terlihat tidak rata atau pecah-pecah. Kondisi ini memang cukup jarang ditemui. Healthline menyebut, sebanyak lima persen orang di Amerika mengalami fissured tongue.

Bisakah Fissured Tongue Diobati?

Gangguan kesehatan fissured tongue bukanlah kondisi berbahaya yang menular. Namun demikian, beberapa orang melaporkan fissured tongue dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan berkurangnya kepekaan terhadap rasa tertentu.

Lantas, apakah kondisi ini bisa diobati? Bagaimana cara mengobati fissured tongue?

Meski mungkin tongue tidak bisa hilang sepenuhnya. Akan tetapi, kondisi ini umumnya tak memerlukan perawatan khusus. Yang terpenting, Anda wajib menjaga perawatan mulut dan gigi yang tepat.

Caranya antara lain, menyikat permukaan atas lidah untuk menghilangkan sisa makanan dan membersihkan lidah. Bakteri dan plak dapat terkumpul di celah, yang menyebabkan bau mulut dan peningkatan potensi kerusakan gigi.

Ikuti rutinitas perawatan gigi normal Anda, termasuk menyikat gigi dan flossing setiap hari. Kunjungi dokter gigi dua kali setiap tahun untuk pembersihan gigi dan mulut secara keseluruhan.

Meski demikian, menurut drg. Wiena Manggala, “Anda juga dapat mempertimbangkan beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko fissured tongue. Antara lain, faktor keturunan dan kekurangan vitamin.”

Faktor lain misalnya:

• Wanita sedikit lebih berpeluang mengalami lidah pecah-pecah dibandingkan pria;

• Lanjut usia (lansia) dengan kondisi mulut kering akan memiliki gejala fissured tongue yang lebih parah;

• Orang dengan kondisi tertentu, seperti sindrom down dan sindrom Melkersson-Rosenthal diketahui lebih berisiko mengalami fissured tongue; serta

• Dalam kasus yang jarang, fissured tongue juga dikaitkan pada kondisi tertentu, seperti malnutrisi dan defisiensi vitamin, psoriasis, serta granulomatosis orofasis.

Dokter Gigi Wiena berpesan, “Anda harus tetap menjaga kebersihan rongga mulut, termasuk lidah. Supaya enggak menumpuk kotoran atau bakteri di lidah. Bila ada rasa nyeri atau iritasi, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi,” ujar drg. Wiena.

Bila melihat kondisi pecah-pecah di lidah atau terlihat terbelah, jangan abai. Segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dengan perawatan dan penanganan yang tepat, kondisi tersebut dapat diobati.

Cukupi juga kebutuhan nutrisi Anda sehari-hari dengan mengonsumsi makanan sehat, bergizi lengkap, dan seimbang. (HNS/JKT)

Sumber: klikdokter.com