MALUKUnews.co: Serangan jantung biasanya ditandai dengan beberapa tanda khas. Antara, lain nyeri dada menusuk dan menjalar, pusing, mual, muntah, lemas, keringat berlebihan, serta sesak napas.

Selain tanda-tanda itu, kondisi denyut jantung lebih cepat juga harus diwaspadai sebagai salah satu gejala serangan jantung.

Detak jantung memang normal meningkat saat Anda berolahraga karena tubuh membutuhkan lebih banyak darah kaya oksigen.

Hanya saja, denyut jantung yang terlalu cepat terus-menerus bisa jadi pertanda adanya gangguan. Kondisi ini tentu perlu mendapat perhatian secara khusus.

Denyut Nadi Normal Sesuai Usia Denyut jantung merupakan salah satu penanda kesehatan jantung Anda. Denyut atau detak jantung adalah berapa kali jantung Anda berdetak dalam satu menit. Jumlah detak jantung ini bervariasi dari satu orang ke orang lainnya.

Frekuensi denyut nadi normal dalam keadaan istirahat dapat berbeda tergantung usia. Namun biasanya, denyut jantung normal saat istirahat berkisar antara 70-100 denyut per menit pada anak usia 6-15 tahun, dan 60-100 denyut per menit untuk orang di atas usia 15 tahun.

Denyut jantung Anda mungkin meningkat dalam beberapa keadaan, antara lain:

• Segera setelah Anda mengonsumsi kafein yang terkandung dalam kopi dan teh,

• Kapan pun Anda merasa takut, panik, cemas, dan juga stres,

• Saat iklim panas dan udara lembap, serta

• Mengalami obesitas.

Melihat Risiko Jantung dari Denyut Nadi

Denyut jantung yang tidak normal dapat menjadi tanda gangguan jantung yang memerlukan penanganan segera. Gangguan irama jantung dapat terjadi pada beberapa keadaan, antara lain:

• Gangguan tiroid seperti hipertiroidisme,

• Tingkat hemoglobin rendah dalam darah (anemia), dan

• Gangguan struktur jantung yang menyebabkan irama jantung iregular (tidak teratur).

Namun demikian, Anda sebaiknya tidak terburu-buru mendiagnosis diri mengalami serangan jantung saat merasakan detak tidak normal. Semuanya membutuhkan pemeriksaan dokter terlebih dahulu.

Anda juga bisa melakukan pengecekan mandiri sebelum ke dokter dengan mengunjungi skrining jantung online di Klikdokter.

Terapkan juga pola hidup sehat setiap hari sebagai cara mencegah serangan jantung. Misalnya, dengan konsumsi makanan sehat dan seimbang, berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup, mengelola stres dengan baik, serta konsumsi suplemen jika diperlukan.

Salah satunya, H2 Superba Krill Oil untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Krill oil diperoleh dari krill, zooplankton yang hidup di dalam laut Antartika.

Kalau fish oil hanya terdiri dari omega-3 yang ditambahkan bahan aktif buatan, krill oil secara alami sudah mengandung omega-3 dan bahan aktif lainnya.

Minyak krill kaya akan lemak omega-3, khususnya EPA dan DHA, yang baik bagi kesehatan jantung.

Omega-3 di dalam krill oil punya struktur fosfolipid yang juga menyusun membran sel tubuh sehingga lebih mudah diserap. Kondisi ini jauh berbeda terjadi pada omega-3 dalam fish oil, yang harus dihantarkan dalam bentuk trigliserida. Organ hati terlebih dahulu harus memetabolismenya sehingga penyerapannya lebih rendah.

H2 Superba Krill Oil juga mengandung fosfolipid dan astaxanthin untuk mengoptimalkan penyerapan omega-3.

Antioksidan astaxanthin, pemberi warna merah alami krill oil, memiliki banyak sekali manfaat. Antara lain, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Dalam penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Juntendo, Tokyo, Jepang, diungkap kalau astaxanthin juga terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida, yang merupakan salah satu penyebab penyakit jantung.

Sifat antioksidan dalam astaxanthin juga diketahui mampu membantu mengurangi stres oksidatif pada pasien gagal jantung. Suplemen kesehatan ini amat baik dikonsumsi untuk Anda yang punya masalah, seperti hipertensi, penumpukan lemak di pembuluh darah, dan menormalkan irama jantung. (HNS/AYU)

Sumber: klikdokter.com