MALUKUnews.co: Di Indonesia, lobster adalah salah satu panganan bahari yang disukai karena dagingnya tebal dan rasanya gurih. Beberapa daerah yang dikenal sebagai penghasil lobster adalah Aceh, Yogyakarta, Lombok Tengah, Cilacap, dan Gresik.

Lobster bisa dikonsumsi dengan cara direbus, dikukus, dimakan sebagai hidangan utama, isian sandwich, dicampurkan ke pasta, dipanggang, dan masih banyak lagi.

Lobster adalah sumber makanan yang kaya akan tembaga, selenium, zinc, fosfor, vitamin B12, magnesium, vitamin E, dan sedikit asam lemak omega-3. Berikut adalah manfaat yang bisa Anda dapat dari konsumsi lobster.

1. Menurunkan Kadar Kolesterol

Di satu sisi, udang dan lobster memang mengandung kolesterol yang ditakuti oleh penderita kolesterol tinggi. Namun di sisi lain, kedua makanan tersebut juga mengandung omega-3. Omega-3 mampu menetralisir kolesterol jahat di dalam darah.

Sebagai tambahan, udang dan lobster juga mengandung selenium dan zat besi yang cukup tinggi. Keduanya adalah mineral yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga sistem imunitas agar tak mudah sakit.

Meski begitu, porsi makan dan cara memasak lobster juga perlu diperhatikan. Supaya kolesterol tidak semakin tinggi, hindari mengonsumsi lobster dengan cara digoreng. Merebus atau mengukusnya akan memberikan kandungan nutrisi yang lebih baik. Anda juga dapat menumisnya dengan minyak zaitun atau minyak bunga matahari.

2. Meningkatkan Kesehatan Mental

Menurut National Institute on Alcohol and Abuse Alcoholism (NIAAA), asam lemak omega-3, seperti yang ada di dalam kandungan lobster, terbukti dapat menurunkan agresi, impulsivitas, dan depresi pada orang dewasa.

Pada anak-anak, kekurangan selenium juga merupakan faktor yang mungkin dapat menyebabkan gangguan attention-deficit hyperactivity (ADHD). Karenanya, pastikan anak memenuhi kebutuhan selenium setiap hari.

3. Kaya Mineral

Selain mengandung banyak vitamin, lobster juga kaya mineral. Mineral diperlukan untuk membentuk sel darah, menjaga kesehatan saraf, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Lobster adalah salah satu makanan yang memiliki kadar mineral tembaga tertinggi. Di dalam tubuh, umumnya tembaga akan disimpan di dalam hati, otak, jantung, ginjal, dan otot.

Tembaga bekerja sama dengan zat besi untuk membentuk sel darah merah. Penderita anemia harus memastikan asupan tembaga sehari-hari.

4. Mengoptimalkan Fungsi Tiroid

Selenium adalah salah satu kandungan gizi yang terdapat di dalam lobster. Mineral ini merupakan komponen penting untuk mendukung fungsi tiroid yang sehat. Selenium bekerja sebagai antioksidan yang membantu tiroid menyerap dan memetabolisme hormon.

Sebuah metaanalisis dalam jurnal “Thyroid” pada tahun 2010 menunjukkan, orang dengan penyakit tiroid merasa kondisi kesehatannya membaik ketika mereka meningkatkan asupan selenium.

Manfaat yang didapat dari mencukupi kebutuhan selenium adalah meningkatkan suasana hati dan memperbaiki fungsi tiroid

5. Meningkatkan Energi

Protein yang terkandung di dalam lobster sangat bermanfaat. Protein dapat membantu meningkatkan energi sehari-hari. Dengan begitu, Anda bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara maksimal.

6. Meningkatkan Fungsi Otak

Kandungan omega-3 dan zinc di dalam lobster sangat bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas otak. Mineral tersebut dapat membantu memulihkan jaringan tubuh dengan cepat.

7. Mempunyai Efek Antikanker

Lobster mengandung omega-3 rantai panjang seperti eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). Omega-3 dan selenium di dalam lobster diyakini dapat memberikan efek melawan kanker.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet kaya EPA, DHA, dan selenium dapat memberikan efek perlindungan terhadap beberapa jenis kanker.

Nutrisi tersebut dapat melindungi tubuh dari kanker payudara, kanker usus, kanker prostat, kanker paru-paru, kanker lambung, dan kanker hati. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat efek antikanker dari lobster.

8. Mencegah Penyakit Jantung

Kandungan EPA dan DHA dari lobster dipercaya bisa melindungi tubuh dari penyakit jantung. Sebuah studi tahun 2008 menemukan bahwa asupan 566 mg EPA dan DHA per hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 37 persen.

Di samping itu, menurut sebuah studi tahun 2010, mengonsumsi 234 mg EPA dan DHA per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 49 persen.

9. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Konsentrasi kalsium dan fosfor yang ada di dalam lobster cukup tinggi. Kedua zat tersebut membantu menyehatkan dan memperkuat kepadatan tulang.

Ketika tulang semakin kuat, kondisi osteoporosis dan penyakit terkait masalah tulang lainnya bisa dihindari.

10. Mengurangi Risiko Demensia

Seperti yang telah disinggung di atas, vitamin B12 adalah salah satu kandungan dari gizi lobster. Menurut penelitian tahun 2011, vitamin B12 dapat mengurangi risiko penyakit demensia hingga 20 persen.

Menambahkan lobster ke dalam menu makanan sehari-hari akan sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Hindari memasak lobster dengan menggunakan terlalu banyak mentega atau menggorengnya. Memberikan perasan lemon ke atas daging lobster rebus bisa menjadi solusi untuk menambah cita rasa sekaligus mendapatkan manfaat sehatnya. (OVI/JKT)