MALUKUnews: Utamakan Pencegahan, Pokja Tata Cara Penanganan Pelanggaran Protokol Covid-19 di Pilkada 2020 TerbentukPenyakit malaria masih sering ditemui dan menjadi ancaman bagi manusia.

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Inilah yang membuat penularannya dapat berlangsung dengan cepat dari satu orang ke orang lainnya.

Hampir setengah jumlah penduduk dunia hidup di daerah endemis malaria, yaitu negara-negara yang angka kejadian malarianya cukup tinggi. Indonesia adalah salah satunya.

Siapa saja dapat tertular malaria. Namun, mereka yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis dan kelompok usia tertentu, seperti anak-anak, lebih rentan mengalami penyakit ini.

Gejala Malaria pada Anak-Anak

Perlu diketahui bahwa gejala malaria akan muncul sejak 10-14 hari setelah gigitan nyamuk. Gejala khasnya adalah demam yang bersifat periodik, menggigil, dan keringat dingin.

Sayangnya, pada anak-anak, gejala tersebut sering kali tidak khas atau malah tidak tampak sehingga membuat diagnosis relatif lebih sulit. Anak yang mengalami malaria akan menunjukkan gejala sebagai berikut:

1. Demam

Pada orang dewasa, demam yang muncul bersifat periodik, yaitu naik dan turun dengan pola tertentu, misalnya suhu akan naik setiap 48 jam lalu turun kembali. Namun, gejala ini tak demikian dengan anak-anak.

Alih-alih bersifat periodik, anak yang terkena malaria akan mengalami demam hingga 40 derajat Celsius yang terjadi terus-menerus sepanjang hari.

2. Badan Menggigil, Tetapi Berkeringat

Salah satu gejala malaria pada anak adalah badan menggigil tetapi terus keluar keringat. Jika Anda mendapati keluhan ini pada anak disertai gejala malaria lainnya, maka Anda patut waspada.

3. Gejala Mirip Flu

Selain demam, anak juga dapat mengalami berbagai gejala yang menyerupai flu, seperti batuk, pilek, dan hidung berair selama satu hingga dua hari.

4. Muntah dan Diare

Muntah sangat sering terjadi pada anak yang mengalami malaria. Gejala tersebut disertai diare ringan hingga sedang. Diare biasanya berwarna hijau gelap dan berlendir. Bila terjadi secara terus-menerus, kedua gejala ini dapat berujung pada dehidrasi.

5. Kulit Kuning (Ikterus)

Parasit penyebab malaria dapat bersarang pada hati dan menyebabkan kerusakan sel hati. Akibatnya, tidak jarang penderitanya mengalami kulit dan mata berwarna kuning. Selain itu, perutnya pun mungkin tampak membesar akibat pembengkakan hati.

6. Kejang

Gejala malaria pada anak yang perlu diwaspadai adalah kejang. Kejang bisa muncul bahkan tanpa didahului demam. Hal tersebut biasanya terjadi jika infeksi parasit sudah mencapai sistem saraf. Selain kejang, anak juga dapat mengalami gangguan kesadaran seperti mengigau, bicara melantur, hingga tidak sadarkan diri.

7. Jumlah Urine Berkurang

Plasmodium penyebab malaria dapat menyerang organ ginjal. Salah satu gejalanya adalah jumlah urine berkurang padahal asupan air cukup banyak. Karena itu, gejala malaria pada anak yang satu ini juga harus diperhatikan.

8. Cara Mudah Mencegah Malaria pada Anak

Sebenarnya, penyakit malaria dapat dengan mudah dicegah. Sebagai orang tua, Anda dapat melakukan beberapa langkah sederhana berikut:

• Menggunakan pakaian lengan panjang agar terhindar dari gigitan nyamuk

• Menggunakan losion anti-nyamuk

• Tidur dengan tempat tidur berkelambu

• Membersihkan tempat-tempat yang sering dijadikan sarang nyamuk, seperti genangan air, pakaian yang tergantung, dan sebagainya.

Jika dalam waktu dekat Anda dan anak berencana untuk pergi ke daerah endemis malaria, bisa berkonsultasi dulu kepada dokter agar dapat diberikan obat antimalaria.

Sekarang, Anda sudah tahu apa saja gejala malaria pada anak serta cara mencegahnya. Jika anak Anda mengalami gejala tersebut dan terdapat riwayat gigitan nyamuk atau bepergian ke daerah endemis malaria, maka Anda perlu curiga anak terinfeksi malaria.

Untuk memastikannya, perlu dilakukan pemeriksaan darah dan menemukan parasit penyebab penyakit dalam sel darah merah.

Apabila sudah jelas diagnosisnya, maka dokter akan memberikan obat malaria yang sesuai dengan tipe parasitnya. Obat-obatan tersebut harus diminum sesuai dengan jadwalnya.

Bila terlewat atau tidak sesuai, maka parasit sulit untuk mati dan berpotensi untuk kambuh lagi di kemudian hari. Ingat baik-baik gejala malaria pada anak yang disebutkan di atas. Jika Anda atau anak merasa mengalami gejala malaria, sebisa mungkin segera cari pertolongan medis. (FY)

Sumber: Klikdokter.com