MALUKUnews.co: Melansir Globcon 2020, kanker prostat adalah jenis kanker dengan kasus kelima tertinggi pada pria, selain kanker paru, kanker usus besar, kanker hati, kanker nasofasing. Penyakit ini juga menjadi penyebab kematian akibat kanker tersering pada pria di negara Barat.

Namun, tidak perlu takut berlebihan. Saat ini sudah ada beragam metode pengobatan kanker prostat.

Seperti dijelaskan dr. Theresia Rina Yunita, “Penanganan kanker prostat sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu pasien. Pilihan terapi berdasarkan stadium, efektivitas, serta kemungkinan efek samping.”

Berikut ragam cara mengobati kanker prostat.

1. Operasi Pengangkatan Prostat (Prostatektomi)

Salah satu metode untuk mengatasi kanker prostat adalah prostatektomi. Operasi ini dilakukan mengangkat kelenjar prostat.

Perawatan ini biasanya disarankan dokter untuk menyembuhkan kanker prostat yang belum parah atau belum menyebar terlalu jauh.

Sayangnya, operasi prostatektomi ini tidak efektif 100 persen dalam menghilangkan sel kanker.

Itulah mengapa, masih harus dilakukan beragam perawatan lanjutan setelah operasi. Perawatan lanjutan yang bisa dilakukan antara lain radiasi atau kemoterapi.

Sulit kontrol keinginan buang air kecil (inkontinensia urine) serta kerusakan jaringan di sekitar kelenjar prostat, bisa menjadi efek samping dari operasi ini.

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi merupakan cara menyembuhkan kanker prostat dengan manfaatkan radiasi untuk memusnahkan sel kanker.

Metode ini jadi pilihan bagi pasien kanker prostat yang sudah memasuki stadium lanjut. Terapi radiasi dapat memperlambat perkembangan kanker prostat serta meredakan gejala kanker.

Caranya dengan menghancurkan sel kanker yang tersisa dalam organ reproduksi pria, termasuk organ lainnya jika sudah menyebar.

3. Kemoterapi

Metode lain untuk mengobati kanker prostat adalah kemoterapi. Terapi ini memanfaatkan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker di tubuh.

Biasanya, obat kemoterapi akan diberikan lewat pembuluh darah di lengan, dalam bentuk pil, atau bisa keduanya.

Metode ini bisa dipilih untuk mengobati kanker prostat yang telah menyebar ke bagian tubuh lain. Kemoterapi juga bisa jadi pilihan untuk kanker yang tidak merespons terapi hormon.

4. Brachytherapy

Brachytherapy adalah jenis radioterapi yang akan memberikan dosis radiasi dalam kelenjar prostat. Brachytherapy juga dikenal dengan nama radioterapi internal atau interstisial.

Menurut dr. Theresia, “Brachytherapy menggunakan pallet radioaktif kecil yang ditempatkan langsung ke area prostat.” Biasanya, brachytherapy terapi yang digunakan bagi pria dengan kanker prostat stadium awal yang pertumbuhannya relatif lambat serta luas pertumbuhan kanker serta tidak terlalu besar.

“Untuk penempatan pallet ini, dapat menggunakan bantuan ultrasound transrektal, CT scan, atau MRI,” ujar dr. Theresia.

5. Cryotherapy

Cryotherapi, yang disebut cryosurgery atau cryoablation, menggunakan suhu sangat dingin untuk membekukan dan membunuh sel kanker prostat.

Menurut dr. Theresia, “Cryotherapy dipilih jika kanker muncul kembali setelah terapi radiasi ataupun pada kanker prostat stadium awal yang memiliki kontraindikasi untuk operasi atau radiasi.”

“Sama seperti radiasi internal, cryotherapy juga bukan pilihan untuk kanker prostat yang luas atau stadium lanjut,” tuturnya lagi.

6. Terapi Hormon

Terapi hormon adalah metode pengobatan kanker prostat untuk mengurangi kadar androgen pada pria, yaitu testosteron dan dihidrotestosteron (DHT).

Jika kadar hormon ini berkurang, perkembangan sel kanker prostat akan melambat. Biasanya, pasien kanker juga akan mengonsumsi beberapa jenis obat untuk mengurangi kadar dua hormon ini.

Penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi, hot flashes, atau berkurangnya tingkat kepadatan tulang menjadi efek samping dari pengobatan ini.

7. Imunoterapi

Sistem kekebalan tubuh juga bisa melawan kanker dengan menerapkan metode imunoterapi. Terapi imun bisa membantu sistem kekebalan tubuh serta mengganggu proses berkembangnya sel-sel kanker dalam tubuh.

Imunoterapi akan menerapkan teknik yang disebut sipuleucel-T (Provenge). Sebagian sel kekebalan tubuh pasien akan diangkat oleh dokter. Selanjutnya, dilakukan proses rekayasa genetika pada sel kekebalan untuk melawan sel kanker.

Sel kekebalan tubuh yang sudah direkayasa genetika akan dimasukkan lagi ke dalam tubuh pasien. Beberapa efek sampingnya adalah demam, lelah, sakit kepala, meriang, perut mual, hingga nyeri punggung.

8. Perawatan Paliatif

Pasien kanker prostat umumnya akan merasakan kepercayaan diri menurun, serta stres dan depresi akibat panjangnya pengobatan. Oleh karena itu, pasien akan direkomendasikan oleh dokter untuk mengikuti perawatan paliatif.

Perawatan paliatif adalah pengobatan menyeluruh untuk mengatasi gejala yang dialami pasien. Metode ini juga memberikan pasien pendampingan psikologis, sosial, dan spiritual.

Tujuan dari perawatan paliatif adalah agar meningkatkan kualitas hidup pasien kanker prostat.

Itulah beragam cara pengobatan kanker prostat yang bisa dilakukan. Diskusikan secara mendalam dengan dokter yang merawat Anda. Pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda. (HNS/AYU)

Sumber: klikdokter.com