MALUKUnews.co, Jakarta: Kolesterol merupakan zat lemak dalam darah yang dapat menyebabkan komplikasi. Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke, juga penyakit arteri perifer atau PAD. PAD muncul ketika kolesterol LDL, yang dikenal dengan kolesetrol jahat, berpindah dari darah ke dinding arteri, menurut Harvard Health.

Banyak pasien PAD yang tidak memiliki gejala sama sekali tetapi sebagian orang mungkin mengalami gejala di kaki. Kadang-kadang, ini gejala pada kaki ini tak disadari sebagai gejala kolesetrol tinggi.

Menurut Harvard Health, nyeri kaki adalah salah satu gejala yang paling umum. Awalnya kaki sulit terangkat dari tempat tidur di malam hari. Lama-kelamaan muncul rasa nyeri yang konstan yang tidak hilang meski sedang duduk atau berdiri.

"Pasien dengan PAD sedang hingga berat juga dapat mengalami bisul atau masalah kulit lainnya di kaki dan tungkai mereka," demikian penjelasan Harvard Health.

Gejala lain yang muncul pada kaki adalah rasa dingin di tungkai bawah dibandingkan dengan sisi lainnya, perubahan warna kaki, bulu kaki rontok atau pertumbuhannya lambat, kuku kaki tumbuh lebih lambat daripada biasanya, kulit kaki mengkilap, khusus pria ada disfungsi ereksi pada pria.

Banyak orang secara keliru mengira ini hanya bagian dari bertambahnya usia, tetapi sebenarnya meskipun menua jika sehat, tidak akan mengalami hal seperti itu.

Kolesterol tinggi disebabkan oleh perubahan gaya hidup. Untuk mengurangi kadar kolesetrol, lakukan sedikit perubahan pola makan. Menurut Mayo Clinic, salah satu tindakan pencegahan terpenting adalah mengurangi lemak jenuh.

Lemak jenuh ditemukan terutama pada daging merah dan produk susu berlemak penuh.

"Mengurangi konsumsi lemak jenuh dapat mengurangi kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat," demikian penjelasan Mayo Clinic.

Selain mengurangi makanan tertentu, tingkatkan asupan makanan laun yang menyehatkan. Harvard Health menyarankan meningkatkan asupan serat larut yang dapat mengikat kolesterol dan prekursornya dalam sistem pencernaan, lalu membawanya keluar dari tubuh sebelum masuk ke sirkulasi.

Beberapa makanan dengan kandungan sterol dan stanol dapat mencegah tubuh menyerap kolesterol. Beberapa makanan yang mengandung zat ini antara lain gandum, barley dan biji-bijian lainnya, kacang polong, kacang, dan minyak sayur. (tempo.co)