MALUKUnews: Tahu menjadi salah satu sumber protein yang paling populer di Indonesia. Makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini kerap diolah menjadi camilan dan lauk pendamping nasi hangat.

Jenis tahu yang beredar di pasaran pun sangat beragam. Ada yang warnanya putih, ada juga yang warnanya kuning.

Lantas, ada perbedaan gizinya atau tidak, ya? Atau, kandungan gizi pada semua jenis tahu sama saja? Jenis Tahu yang Perlu Anda Kenali

Tak kenal maka tak sayang. Meski sering diolah dan disantap, tak sedikit orang yang masih belum tahu betul mengenai sumber protein nabati yang satu ini.

Agar tidak bingung lagi, berikut ini adalah beberapa jenis tahu yang bisa Anda temukan di pasaran:

Tahu Putih

Jenis tahu ini yang satu ini paling mudah didapatkan dan punya harga yang relatif murah. Teksturnya padat, tetapi pori-porinya cukup besar.

Karena teksturnya yang padat, tahu putih paling sering dijadikan sebagai tumisan. Tahu goreng, sup bening, atau pepes juga sering memanfaatkan tahu jenis ini.

Tahu Sutera

Jenis tahu yang satu ini berasal dari Asia Timur, memiliki tekstur yang sangat lembut dan mudah hancur. Kebanyakan warga Indonesia sering menyebutnya tofu.

Untuk menjaga bentuknya, tahu sutera dikemas dengan plastik yang kedap udara atau wadah seperti mangkuk. Karena kelembutannya, tahu jenis ini dipakai untuk membuat puding atau sup.

Tahu Kuning

Tahu kuning memiliki tekstur yang lebih padat daripada tahu putih, tapi hanya memiliki sedikit pori-pori. Warna pada jenis tahu ini berasal dari proses perendaman dengan rempah kunyit dan sedikit garam.

Karena diproduksi dengan cara sedemikian rupa, tahu kuning umumnya memiliki rasa yang lebih gurih daripada tahu putih.

Tahu Cina

Mirip seperti tahu putih, namun ukuran tahu Cina lebih besar dan “gemuk”. Untuk memadatkan teksturnya, cioko atau kalsium sulfat ditambahkan pada jenis tahu yang satu ini.

Selain lebih besar daripada tahu putih biasa, tahu Cina juga tidak mudah hancur dan bikin perut kenyang apabila dikonsumsi. Tahu Sumedang (Pong)

Tahu sumedang atau tahu pong memiliki kulit berwarna cokelat. Permukaan kulitnya relatif kasar, meski teksturnya tidak padat atau keras.

Tahu sumedang atau tahu pong memiliki kadar air yang lebih tinggi daripada jenis tahu lainnya.

Mana Jenis Tahu yang Paling Sehat?

Menurut dr. Devia Irine Putri, gizi yang terkandung di dalam lima jenis tahu tersebut sebenarnya sama.

“Ya, kelimanya sama-sama memiliki protein, asam lemak esensial, serat, kalsium, zat besi, dan lain-lain. Hanya saja, yang membedakan itu adalah konsistensi tahu, dalam hal ini padat atau tidaknya,” jelas dr. Devia.

“Semakin padat, kandungan airnya semakin sedikit. Semakin padat, artinya kalori dan proteinnya juga bertambah banyak. Tahu kuning memang lebih padat daripada tahu yang lain. Jadi, kalori, protein, dan kandungan nutrisi yang lainnya pun akan lebih tinggi,” sambungnya.

Meski tahu kuning bisa dibilang sebagai tahu yang paling sehat karena memiliki banyak nutrisi dan padat isi, bukan berarti jenis tahu lainnya itu tidak sehat.

“Semua tahu pada dasarnya sehat. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimana cara pengolahannya dan variasikan dengan bahan makanan yang lain,” tutur dr. Devia.

Jika ingin digoreng, pastikan minyak yang dipakai bukan jelantah. Jangan lupa tiriskan terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa minyak.

Manfaat tahu akan semakin terasa bila dikonsumsi bersama dengan sayur-sayuran. Ini karena kombinasi tersebut dapat mencukupi kebutuhan protein sekaligus serat, vitamin, dan mineral pada tubuh. (NB/AYU)

Sumber: klikdokter.com