MALUKUnews.co: Penyakit Meniere merupakan gangguan pendengaran kronis yang memengaruhi telinga bagian dalam. Penyebabnya tidak diketahui pasti. Namun, beberapa ahli meyakini penyakit Meniere terjadi karena adanya peningkatan cairan di dalam telinga bagian dalam.

Dilansir dari jurnal Audiology & Neurotology, pengidap Meniere dapat mengalami sejumlah gejala, meliputi vertigo, tinnitus (sensasi telinga berdenging), telinga mengalami tekanan maupun terasa penuh, hingga gangguan pendengaran.

Untuk mengatasi gejala penyakit Meniere, dokter mungkin akan meresepkan betahistine. Bagaimana manfaat betahistine mengatasi gejala penyakit Meniere? Simak ulasan berikut:

1. Vertigo

Vertigo merupakan gejala penyakit Meniere berupa sensasi pusing yang membuat penderitanya merasa ruangan di sekelilingnya berputar. Gejala ini juga menyebabkan tubuh terasa seakan melayang dan mau jatuh.

Vertigo dapat berlangsung sebentar dan menyebabkan pusing ringan. Namun, kondisi ini juga dapat berlangsung lama dan menyebabkan sakit kepala parah, mual, muntah, hingga kehilangan keseimbangan.

Dokter Theresia Rina Yunita menjelaskan, untuk mengatasi vertigo, betahistine bekerja dengan mengurangi tekanan dan menghilangkan hidrops endolimfatik atau tumpukan cairan di telinga bagian dalam.

“Caranya dengan mengatur permeabilitas kapiler di telinga, sehingga membantu mengurangi jumlah serangan yang Anda miliki dan membuatnya lebih ringan,” jelasnya.

2. Tinnitus

Gejala penyakit Meniere selanjutnya yaitu tinnitus. Ketika penderita penyakit Meniere mengalami tinnitus, ia akan mendengar suara mengganggu dari luar tubuhnya. Namun, suara tersebut umumnya hanya dapat didengar oleh penderita tinnitus.

Meski begitu, pada kasus yang jarang terjadi, suara mengganggu yang didengar pengidap tinnitus juga dapat didengar oleh orang lain.

Tinnitus terjadi karena gangguan telinga bagian dalam seperti penyakit Meniere yang membuat koklea terganggu. Koklea merupakan organ pendengaran yang bertugas mengirimkan pesan ke saraf pendengaran dan otak.

Untuk mengatasi tinnitus pada pengidap Meniere, betahistine bekerja dengan meningkatkan aliran darah di telinga bagian dalam. “Caranya dengan memperlebar sfingter prekapiler (sel otot polos yang bertugas sebagai pintu untuk menyalurkan darah ke kapiler),” jelas dr. Theresia. Hal ini membantu mengurangi perburukan tinnitus.

3. Telinga Mengalami Tekanan dan Terasa Penuh

Penumpukan cairan di telinga bagian dalam menyebabkan pengidap penyakit Meniere mengalami gejala berupa telinga terasa penuh dan tersumbat. Kondisi ini juga menyebabkan telinga mengalami tekanan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, betahistine bekerja dengan mengurangi penumpukan cairan di telinga bagian dalam. Selain itu, kondisi tersumbat maupun tekanan pada telinga juga berkurang karena betahistine melancarkan aliran darah di sekitar telinga.

4. Gangguan Pendengaran

Saat telinga mengalami tekanan akibat penumpukan cairan, tidak jarang kondisi ini menyebabkan gejala penyakit Meniere lainnya. Gejala tersebut berupa tuli yang hilang-timbul.

Gangguan pendengaran ini dapat diatasi betahistine, dengan cara mengurangi penumpukan cairan di telinga bagian dalam. Itu dia manfaat betahistine dalam mengatasi gejala penyakit Meniere. Ikuti petunjuk dokter ketika mengonsumsinya. (FR/JKT)

Sumber: klikdokter.com