MALUKUnews.co: Vitamin D umumnya dikenal untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Ternyata tak hanya itu, vitamin ini juga dapat meningkatkan kesehatan paru.

Melansir Medical News Today, vitamin D sebenarnya bukanlah vitamin meski kerap disebut begitu. Zat ini sejenis prohormon atau prekursor (bentuk lain) hormon. Tubuh kita dapat memproduksi vitamin D.

Lalu, seperti apa khasiat vitamin D untuk meningkatkan kesehatan paru? Cari tahu penjelasan dokter di bawah ini. Dokter Theresia Rina Yunita menjelaskan, “Kadar Vitamin D dalam tubuh dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa vitamin D memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan pernapasan.”

“Dipercaya bahwa vitamin D berdampak pada struktur paru-paru, kekuatan otot pernapasan, dan respons imun terhadap patogen penyebab penyakit pada pernapasan,” terangnya.

Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan BMJ Journals tahun 2018 memberikan bukti kuat seputar manfaat suplemen vitamin D pada pasien PPOK (penyakit paru obstruktif kronis).

Penelitian tersebut menyatakan, suplementasi vitamin D aman untuk mengurangi eksaserbasi (perburukan gejala) pada PPOK tingkat sedang dan berat, dengan kadar 25-hydroxyvitamin D kurang dari 25 nmol/L.

Hasil tersebut tidak berlaku pada partisipan yang mendapat kadar vitamin D lebih tinggi.

Lalu, vitamin D dinilai dapat meningkatkan respons kekebalan terhadap virus pernapasan yang biasanya memicu serangan PPOK. Vitamin D juga mampu mengurangi respons peradangan berbahaya. Jadi, proses pemulihan bisa lebih cepat dan berpotensi mencegah kerusakan pada paru-paru.

Sementara, studi lain yang diterbitkan oleh jurnal Respiratory Medicine tahun 2019 menyimpulkan, pasien bronkiektasis (kerusakan pada saluran pernapasan) sering kekurangan vitamin D. Hal ini berkaitan dengan penurunan fungsi paru-paru.

Ditemukan ada kekurangan vitamin D pada 64 persen peserta. Sebanyak 36 persen cukup mendapatkan vitamin D.

Menurut seorang ahli paru dari Waterbury Pulmonary Associates dan juru bicara medis American Lung Association, David G. Hill, MD, tanpa tes medis dan penilaian dokter, sulit menentukan gejala kekurangan vitamin D pada seseorang.

Di sisi lain, mengonsumsi vitamin D berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Barbara Yawn, MD, dari COPD Foundation, AS, mengatakan, “Keracunan vitamin D memang jarang terjadi, tetapi dapat meningkatkan kadar kalsium dan menyebabkan efek negatif pada tulang, otot, dan ginjal.”

Kebutuhan vitamin D bergantung pada usia dan faktor risiko masing-masing individu.

Menurut Perhimpunan Reumatologi Indonesia, disarankan untuk konsumsi vitamin D sekitar 600-700 IU per hari bagi orang dewasa. Bagi lansia berusia 71 tahun ke atas, dapat mengonsumsi vitamin D 800 IU.

Itulah manfaat vitamin D untuk paru-paru. Sebaiknya konsumsi vitamin D atas anjuran dokter, sehingga dosisnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Anda. (FR/JKT)

Sumber: klikdokter.com