MALUKUnews: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbesar di dunia pada 2019. Karena itu, penting untuk melakukan upaya pencegahan agar terhindar dari penyakit jantung di kemudian hari.

Pada dasarnya, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada jantung. Sebagian di antaranya berkaitan dengan gaya hidup seperti kebiasaan merokok dan menerapkan pola hidup sedentari atau tidak aktif.

Faktor lain yang juga memainkan peran penting dalam menentukan risiko penyakit jantung adalah pola makan. Sayangnya, sebagian orang tanpa sadar memiliki kebiasaan makan yang dapat merusak jantung.

Menurut beberapa ahli, ada tujuh kebiasaan makan yang umum dilakukan namun memiliki efek negatif bagi kesehatan jantung.

Berikut ini adalah tujuh kebiasaan makan yang dapat merusak jantung tersebut, seperti dilansir di laman Eat This, Kamis (18/2):

1. Makan terlalu banyak makanan tinggi gula

Salah satu cara untuk memangkas risiko penyakit kardiovaskular adalah dengan membatasi asupan gula. Ahli kardiologi, Stephen T Sinatra MD FACC CNS, mengatakan asupan gula merupakan kebiasaan makan nomor satu yang merugikan kesehatan jantung. "Kelebihan gula menyebabkan kelebihan pelepasan insulin, yang menyebabkan iritasi dan penumpukan plak di pembuluh darah," ujar Sinatra.

2. Konsumsi terlalu banyak garam

Tanpa garam, makanan mungkin akan terasa hambar. Namun, konsumsi garam yang berlebih dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi diketahui berkaitan dengan penyakit jantung. WHO menyarankan agar konsumsi garam pada orang dewasa tidak melebihi lima gram atau sekitar satu sendok teh per hari.

3. Rutin minum soda

Bukan hanya kebiasaan makan yang bisa berdampak buruk bagi jantung, kebiasaan minum juga dapat memberikan efek serupa. Kebiasaan mengonsumsi minuman bergula seperti soda berkaitan langsung dengan terjadinya diabetes dan kemudian penyakit kardiovaskular.

Menurut studi pada 2020 dalam Journal of the American Heart Association, konsumsi satu atau lebih minuman bergula per hari memiliki kaitan yang signifikan terhadap penyakit kardiovaskular, strok, dan kebutuhan untuk menjalani prosedur medis seperti bypass jantung.

4. Minum soda diet

Selain soda biasa, soda berlabel 'diet' yang diyakini lebih sehat juga dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung. Meski bebas lemak dan tidak mengandung kalori, soda diet dapat memainkan peran penting dalam terjadinya penyakit jantung, obesitas, dan diabetes. Menurut studi di 2019 pada jurnal Circulation, konsumsi minuman berpemanis buatan secara rutin berkaitan dengan kematian terkait penyakit kardiovaskular.

5. Santap terlalu banyak lemak jenuh

Lemak jenuh bisa ditemukan dalam banyak jenis makanan, seperti daging merah mentega, keju, atau makanan olahan. Ironisnya, konsumsi terlalu banyak lemak jenuh dapat membuat risiko penyakit jantung meningkat pesat.

"Penyakit jantung dan obesitas merupakan penyakit utama yang berkaitan dengan diet tinggi daging merah," ujar ahli gizi Trista Best.

6. Tidak mendapatkan cukup serat

Serat makanan dikenal baik untuk menunjang kesehatan pencernaan. Di samping itu, serat makanan juga memainkan peran besar dalam kesehatan jantung.

Serat makanan diketahui dapat mengikat kolesterol dan membantu penurunan kadar kolesterol. Selain itu, serat makanan juga membantu mengatur kadar gula darah.

"Keduanya merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan jantung Anda," jelas ahli gizi Kara Landau.

Menurut analisis meta pada 2017 dalam Journal of Chiropractic Medicine, individu yang mengonsumsi tinggi serat memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan individu yang sedikit mengonsumsi serat.

7. Kurang asupan buah dan sayur

Konsumsi buah dan sayur yang terlalu sedikit setiap hari berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Konsumsi buah dan sayur sebaiknya diperbanyak karena keduanya memiliki manfaat bagi kesehatan jantung. Selain buah dan sayur, konsumsi kacang-kacangan dan gandum utuh secukupnya juga direkomendasikan untuk kesehatan jantung. (red/republika.co.id)