MALUKUnews: Menguap adalah respons tubuh akibat rasa lelah. Seseorang juga dapat menguap ketika melihat orang lain menguap, sebagai suatu bentuk empati.

Ketika menguap berlebihan dan terlalu sering, hal itu bisa terjadi karena lelah berlebihan atau adanya kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab menguap berlebihan:

1. Masalah Tidur

Rasa lelah yang terjadi karena kurang tidur dapat menjadi penyebab orang sering menguap. Apabila rasa lelah terasa berlebihan dan sering muncul pada siang hari, atau memang terdapat gangguan tidur, konsultasikan segera dengan dokter.

Seseorang mungkin tidak sadar bahwa dirinya sedang mengalami masalah tidur. Seperti pada pengidap obstructive sleep apnea (OSA), bisa saja tidak memiliki gejala yang mudah tampak saat bangun. Namun, OSA tersebut dapat membuatnya merasa lelah sepanjang hari.

Gejala lain yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin memiliki masalah tidur adalah kesulitan konsentrasi, refleks atau respon yang lebih lambat, mudah tersinggung, serta merasa tidak termotivasi.

2. Menguap Menular dari Orang Lain

Ketika seseorang menguap, orang lain yang melihatnya dapat “tertular” untuk menguap juga.

Bahkan ada anggapan bahwa semakin mudah orang menguap karena meniru orang lain, semakin baik pula kemampuan interaksi sosial dan empatinya.

3. Rasa Cemas

Salah satu penyebab menguap terus adalah karena rasa cemas. Ini terjadi karena kecemasan akan memengaruhi jantung dan sistem pernapasan, serta level energi. Semua hal ini dapat memicu rasa sesak, menguap, dan stres.

Dengan merasa cemas, seseorang dapat menguap lebih sering dari biasanya atau lebih sering dibandingkan ketika sedang tidak cemas.

4. Rasa Bosan

Ketika otak Anda sedang terasa tidak terangsang dan mulai melambat, suhu tubuh akan turun. Alhasil Anda akan mulai merasa mengantuk, dan sering menguap. Hal ini sering terjadi tanpa Anda sadari.

5. Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat yang dapat menyebabkan sering menguap, di antaranya:

• Antidepresan dan golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) • Antihistamin • Sebagai obat antinteri

6. Depresi

Seseorang yang sedang mengalami depresi dapat menguap berlebihan, karena rasa lelah merupakan salah satu gejala depresi, maupun efek samping dari obat antidepresan yang dikonsumsi.

Apabila seseorang dengan depresi menguap lebih sering dari biasanya, konsultasikan dengan dokter. Nantinya dokter mungkin dapat mengubah dosis obat yang telah diberikan, atau mencari penyebab menguap tersebut.

7. Gangguan pada Jantung

Menguap berlebih dapat berhubungan dengan saraf vagus, yang berada pada bagian bawah otak dan menurun hingga jantung.

Pada sebagian kasus, menguap berlebihan dapat menandakan bahwa terdapat perdarahan di sekitar jantung, atau bahkan serangan jantung.

8. Stroke

Penyebab menguap juga berhubungan dengan stroke. Dikatakan bahwa menguap dapat membantu mengatur dan mengurangi suhu basal tubuh dan otak setelah terjadinya cedera otak atau stroke.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses menguap melibatkan batang otak, yang berhubungan dengan saraf tulang belakang. Selain itu, menguap berlebihan dapat terjadi sebelum atau setelah stroke.

9. Kegagalan pada Organ Hati

Menguap berlebihan dapat terjadi saat fase-fase akhir dari kegagalan organ hati. Hal ini dipercaya terjadi karena kelelahan yang disebabkan oleh kegagalan organ hati.

Selain menguap, terdapat gejala lain seperti nafsu makan berkurang, diare, dan rasa kantuk berlebihan pada siang hari.

Itulah beberapa penyebab menguap yang perlu Anda tahu. Apabila Anda merasa sering menguap lebih dari biasanya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Terutama apabila disertai oleh gejala lainnya yang mengganggu. (FY)

Sumber: klikdokter.com