MALUKUnews.co: Salah satu varian pisang yang paling populer di Indonesia adalah pisang ambon. Dagingnya yang lunak membuat buah ini sering dimakan langsung, dijadikan smoothies, dan dikonsumsi bersama es krim.

Meski begitu, kebanyakan makan pisang ambon juga tak baik, lho, untuk kesehatan! Pisang memang kaya akan nutrisi.

Buah berukuran sedang dengan berat 118 gram mengandung 105 kalori, 3 gram serat, 27 gram karbohidrat, dan 1 gram protein.

Vitamin dan mineralnya pun beragam, seperti vitamin C, vitamin B6 (terbanyak), potassium/kalium, mangan, dan magnesium. Walaupun nutrisinya banyak, bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya secara berlebihan.

Menurut dr. Arina Heidyana, ada beberapa efek kebanyakan makan pisang ambon, yaitu:

1. Meningkatkan Kadar Gula Darah

Jumlah kalori dan karbohidrat pada pisang cukup tinggi. Karena itulah, buah berwarna kuning cerah ini sering dijadikan asupan energi saat hendak beraktivitas fisik agar tak mudah lemas.

Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, apalagi dicampur dengan cokelat susu, kental manis, meses, roti, dan lain-lain, kadar gula darah akan meningkat signifikan. Tentunya hal semacam ini harus dihindari oleh penderita diabetes.

2. Gangguan Metabolisme

Selain nutrisi yang sudah disebutkan di atas, ternyata pisang juga mengandung senyawa xenobiotik.

Xenobiotik adalah zat asing non-gizi, seperti obat, pestisida, zat kimia tambahan (pemanis, pewarna, dan bahan pengawet), serta zat kimia lainnya. Senyawa tersebut sayangnya tidak bisa dikenali oleh enzim-enzim pencernaan.

Banyaknya xenobiotik dalam makanan dapat menyebabkan beban metabolisme bertambah sekaligus menurunkan proses penyerapan gizi. Stres oksidatif akibat sisa metabolit xenobiotik juga rentan terjadi.

3. Ketidakseimbangan Hormon

Tak hanya itu, xenobiotik yang terakumulasi di dalam tubuh akan memengaruhi hormon estrogen wanita dan androgen pada pria. Semakin banyak jumlah pisang ambon yang dikonsumsi, makin besar potensi Anda mengalami masalah ini.

Jika ketidakseimbangan hormon terjadi, siklus haid akan kacau dan tubuh terus-menerus merasa lelah.

4. Ketidakseimbangan Elektrolit

“Selain bisa menambah berat badan, pisang termasuk buah yang tinggi kandungan kaliumnya. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, kalium di tubuh jadi terlalu banyak dan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit,” kata dr. Arina.

Efek kebanyakan makan pisang ambon yang satu ini tak main-main. Gejala ketidakseimbangan elektrolit antara lain dehidrasi berat dan tekanan darah terlalu rendah.

Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, dalam jangka panjang pasien bisa mengalami gagal ginjal.

5. Mengantuk dan Tidak Produktif

Selain kandungan xenobiotik yang wajib diperhatikan, pisang ambon juga mengandung asam amino tryptophan.

Senyawa tersebut digunakan untuk memproduksi hormon serotonin sekaligus melatonin.

Hormon serotonin berfungsi untuk meningkatkan perasaan nyaman dan menciptakan perasaan kantuk sehingga dapat mencegah insomnia. Stres dan kecemasan juga bisa berkurang jika produksi hormon tersebut cukup.

Sayangnya, jika jumlahnya terlalu banyak, individu yang mengonsumsi pisang ambon justru akan terus-menerus mengantuk dan lemas. Makan banyak pisang ambon di pagi hari juga akan mengurangi produktivitas Anda.

Demi mencegah dampak buruk kebanyakan makan pisang ambon di atas, US Department of Agriculture memiliki rekomendasi tentang batasan jumlah pisang yang dapat dimakan setiap hari.

Orang dewasa diperbolehkan mengonsumsi pisang jenis apa pun sekitar dua cangkir per hari (potong dulu sebelum mengukur). Kurang lebih, jumlah itu sama dengan menyantap dua buah pisang berukuran sedang. (HNS/AYU)

Sumebr: klikdokter.com