MALUKUnews.co: Selama masa kehamilan, keinginan untuk ngemil pasti meningkat. Tapi ingat, tidak boleh sembarang makan camilan, ya. Ibu hamil wajib makan camilan yang sehat dan bernutrisi untuk mendukung kesehatan diri dan janin.

Nah, salah satu camilan yang sebenarnya dianjurkan itu adalah kuaci. Lantas, apa saja manfaat kuaci untuk ibu hamil? Nutrisi dalam Kuaci

Kuaci merupakan biji-bijian yang berasal dari bunga matahari. Bahkan, satu bunga matahari disebut bisa menghasilkan sekitar 2.000 biji kuaci.

Biji bunga matahari memiliki rasa yang lembut, seperti kacang, dan tekstur yang keras tapi masih renyah untuk dimakan. Meski sulit dibuka, ada beberapa nutrisi penting yang terdapat di dalam kuaci, seperti:

• Kalori

• Protein

• Serat

• Vitamin E

• Niacin

• Vitamin B6

• Folat

• Zat besi

• Magnesium

• Magnesium

• Selenium

Biji bunga matahari juga kaya akan vitamin, fitokimia, protein, mineral, antioksidan, dan lemak tak jenuh ganda. Vitamin E yang terkandung dalam biji bunga matahari berperan sebagai antioksidan dan melindungi tubuh Anda dari kerusakan akibat radikal bebas.

Nutrisi tersebut juga dapat melindungi Anda dari gangguan pembekuan darah. Selain itu, kandungan kalium yang tinggi bisa membantu mengatur keseimbangan natrium di dalam tubuh. Mineral tersebut juga membantu menjaga tekanan darah tinggi.

Manfaat Biji Bunga Matahari bagi Ibu Hamil

Karena mengandung banyak vitamin dan mineral, berikut potensi manfaat kuaci untuk ibu hamil:

1. Membantu Perkembangan Janin

Fosfor dan mineral dalam kuaci bisa membantu perkembangan tulang pada janin yang belum lahir.

Oleh karena itu, Anda diminta untuk rajin atau rutin makan kuaci guna meningkatkan proses perkembangan dan pertumbuhan janin.

2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Disampaikan dr. Atika, “Biji bunga matahari merupakan sumber vitamin serta mineral yang berguna untuk sistem imun, seperti zink dan selenium.”

“Dua nutrisi ini bermanfaat untuk menambah kekebalan tubuh ibu hamil, salah satunya untuk membantu melawan infeksi virus,” dia menambahkan.

3. Mencegah Kekurangan Zat Besi

Dalam 30 gram kuaci, terdapat sekitar 6 persen zat besi yang dibutuhkan oleh ibu hamil setiap harinya. Zat besi ini berperan penting untuk membantu produksi sel darah merah yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Selama masa kehamilan, tubuh ibu hamil akan menghasilkan sel darah merah yang lebih tinggi. Itu sebabnya, peran zat besi dibutuhkan untuk melancarkan peredaran oksigen ke seluruh tubuh.

4. Sumber Antioksidan

Biji bunga matahari merupakan sumber asam fenolik dan flavonoid yang juga berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan ini berperan untuk melawan efek buruk dari radikal bebas yang merupakan sumber penyakit bagi banyak orang termasuk ibu hamil.

5. Sumber Lemak Tidak Jenuh

Kuaci juga menjadi sumber lemak tidak jenuh yang sehat untuk ibu hamil dan janin. Kandungan asam lemak omega-3 di dalamnya juga berperan untuk meningkatkan perkembangan otak bayi selama masih dalam kandungan.

Bayi dengan kadar asam lemak yang rendah lebih mungkin mengalami gangguan perkembangan otak. Imbangi juga makan kuaci dengan bahan makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti salmon.

Efek Samping yang Harus Diperhatikan saat Makan Kuaci

Meski umumnya makan kuaci saat hamil aman, Anda tetap perlu memperhatikan efek sampingnya. Salah satu yang mungkin bisa terjadi adalah alergi.

Meskipun jarang, Anda dapat mengalami reaksi alergi berupa pembengkakan pada mulut, gatal, ruam kulit, lesi, dan muntah.

Selain itu, sembelit juga bisa terjadi saat Anda terlalu banyak makan kuaci, utamanya jika kulitnya ikut tertelan. Kulit ini nantinya jadi sulit untuk dicerna dan memicu sembelit.

Itulah beberapa fakta medis mengenai manfaat kuaci untuk ibu hamil. Jika Anda tidak sensitif atau alergi pada biji-bijian, makan kuaci aman untuk dilakukan. Tapi tetap batasi porsinya agar terhindar dari efek sampingnya. (HNS/JKT)

Sumber: klikdokter.com