MALUKUnews.co, Jakarta: Tetap terhidrasi adalah hal penting, terutama pada musim panas yang menyebabkan seseorang banyak berkeringat. Akan tetapi, perhatikan dengan cermat bagaimana minuman disimpan, khususnya minuman kemasan dalam botol plastik.

Pakar kesehatan mewanti-wanti untuk tidak meninggalkan air kemasan botol plastik di dalam mobil dalam waktu lama. Menyimpannya di dalam mobil selama jeda panjang dapat menyebabkan air kemasan terkontaminasi.

Ahli diet dari Graciously Nourished, Kelsey Lorencz, mengutip studi 2014 terkait hal tersebut. Antimon dan bisphenol A (BPA) bisa larut ke dalam air saat dibiarkan pada suhu 158 derajat Fahrenheit (70 derajat Celsius) selama empat pekan.

"Jika Anda menemukan botol air kemasan terguling di lantai mobil selama beberapa pekan pada musim panas, yang terbaik adalah membuangnya ke tempat sampah," ungkap Lorencz, dikutip dari laman Best Life Online, Senin (10/5).

BPA dan antimon telah dikaitkan dengan sejumlah efek yang merugikan kesehatan. Hal sama termuat dalam laporan yang diterbitkan Badan Pendaftaran Zat Beracun dan Penyakit (ATSDR) Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS pada 2019.

Antimon diantisipasi sebagai karsinogen atau zat pemicu kanker bagi manusia. Studi 2009 yang terbit di Indian Journal of Occupational & Environmental Medicine juga mencatat antimon menimbulkan efek kesehatan akut dan kronis dalam air minum.

Sementara, riset 2016 yang terbit di jurnal Reproductive Toxicology menyatakan BPA berpotensi menyebabkan kanker payudara dan prostat. Senyawa tersebut juga telah dianggap sebagai pengganggu endokrin oleh penelitian 2015 yang diterbitkan di PLOS One. Lorencz menjelaskan, air kemasan tetap aman untuk diminum jika hanya disimpan di mobil dalam waktu singkat. Misalnya, apabila seseorang hanya meninggalkan air minumnya di dalam mobil selama beberapa jam.

Pasalnya, jumlah BPA yang larut kemungkinan besar tidak merusak kesehatan. Pemicu bahaya lain adalah air kemasan botol plastik yang dibiarkan di dalam mobil panas selama beberapa pekan dan dalam kondisi tutup yang terbuka.

Sama sekali tidak disarankan minum dari botol kemasan yang tutupnya sudah terbuka dan ditinggalkan di mobil dalam kondisi panas. "Ini adalah lingkungan yang sempurna untuk berbagai bakteri berkembang," kata penasihat medis untuk Beardoholic, Kristina Hendija.

Dokter dari Sachet Infusions, Waqas Ahmad Buttar, memberi kiat jika ingin menyimpan botol air di mobil selama musim panas. Ada banyak cara untuk membuatnya lebih aman. Dia menyarankan pemakaian botol yang dapat diremas, seperti botol air sepeda.

"Botol ini terbuat dari polietilen densitas rendah dan tidak memiliki masalah pencucian bifenil. Banyak dari botol ini terbuat dari plastik kelas medis dan umumnya menawarkan kombinasi terbaik dari keamanan, kebersihan, dan daya tahan," ujar Buttar.

Menurut studi 2011 yang diterbitkan di Chemosphere, penggunaan baja tahan karat tak bergaris, aluminium berlapis kopolimer, dan plastik berlapis kopolimer juga membantu mengurangi risiko pencucian BPA ke dalam isi botol air. (republika.co.id)