MALUKUnews.co: Setiap orangtua ingin memiliki anak yang sehat secara fisik maupun mental. Pada aspek fisik, pertumbuhan dan perkembangan si kecil sudah dimulai sejak 1.000 hari pertama di dalam kandungan.

Pada 1000 hari pertama kehidupan, mungkin terdapat gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dapat terjadi. Salah satu gangguan tersebut adalah stunting.

Stunting ditandai dengan pertumbuhan yang tidak memadai dan disebabkan oleh asupan zat gizi yang tidak mencukupi. Ciri khas stunting adalah tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya.

Salah satu cara mencegah stunting adalah pemberian ASI eksklusif. Selain mengandung nutrisi dalam jumlah sesuai, mudah dicerna, dan selalu tersedia, ASI turut mengandung antibodi yang penting untuk bayi.

Nutrisi Makro dan Mikro untuk Cegah Stunting

Pemberian ASI membantu meningkatkan berat badan bayi yang sehat, mencegah obesitas pada masa kanak-kanak, bahkan membuat si kecil menjadi lebih cerdas.

Antibodi yang didapat dari ASI berguna menguatkan imunitas bayi dalam melawan virus dan bakteri yang mungkin menyerang bayi. ASI juga membantu melawan banyak penyakit seperti infeksi telinga, infeksi pernapasan, infeksi usus, alergi, diabetes, dan yang lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan ibu untuk memberikan ASI eksklusif hingga bayinya berusia 2 tahun atau lebih. Masa pemberian ASI eksklusif yang paling penting adalah selama 6 bulan pertama setelah bayi lahir.

Setelah 6 bulan, pemberian ASI dapat didampingi dengan makanan pendamping ASI atau MPASI. Untuk menyediakan ASI yang berkualitas, ibu harus mendapatkan nutrisi yang baik.

Selama masa menyusui, ibu membutuhkan tambahan sekitar 500 kalori per harinya. Kalori tersebut harus mengandung nutrisi makro dan mikro yang baik bagi kesehatan ibu dan bayi.

Nutrisi makro yang dibutuhkan ibu menyusui, antara lain:

• Karbohidrat

• Protein

• Lemak

Sedangkan nutrisi mikro yang dibutuhkan oleh ibu menyusui adalah:

• Vitamin D

• Vitamin A

• Vitamin E

• Vitamin K

• Vitamin C

• Vitamin B12

Tak hanya itu, ibu juga membutuhkan selenium, seng, folat, kalsium, besi, dan masih banyak lagi.

Pemenuhan seluruh jenis nutrisi tersebut sebaiknya diperoleh dari bahan makanan sumber yang berkualitas.

Bahan makanan tersebut, seperti makanan laut, daging, unggas, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, hingga sumber karbohidrat yang mengandung serat.

Kebutuhan Nutrisi Menyusui Lebih Tinggi dari Masa Hamil

Kebutuhan nutrisi saat menyusui lebih tinggi dari saat kehamilan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ibu dapat mengonsumsi PRENAGEN lactamom yang mengandung nutrisi lengkap dalam jumlah yang tepat dan seimbang.

PRENAGEN lactamom mengandung sumber protein, DHA, Omega-3, kalsium, vitamin D, Vitamin B2, dan vitamin B12.

Sumber protein bermanfaat membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. DHA dan Omega-3 bermanfaat untuk kecerdasan bayi.

Tingginya kandungan kalsium dan vitamin D di dalam PRENAGEN lactamom membantu dalam pembentukan tulang bayi serta mempertahankan kepadatan tulang ibu.

Selain itu vitamin B2 dan vitamin B12 yang terkandung di dalamnya akan membantu meningkatkan kualitas ASI.

Nutrisi makro dan mikro dalam jumlah yang tepat dan seimbang sangat penting selama periode menyusui. Hal ini selain memberikan manfaat bagi ibu yang memberikan ASI, juga dapat membantu mencegah terjadinya stunting pada bayi. Karena waktu tak bisa kembali. Gunakan Air Masak untuk Minum Berisiko Sebabkan Stunting pada Anak?

Konsumsilah bahan makanan sumber yang mengandung banyak nutrisi baik makro maupun mikro dan konsumsi susu untuk ibu menyusui sebagai pelengkap nutrisi yang mungkin kurang. (OVI/AYU)

Sumber: klikdokter.com