Oleh: Abdillah Aras Solissa (Keua OKK AMPERA Maluku)

MALUKUnews.co: Perhelatan politik tahun 2018 lalu. Pilgub Maluku memang telah usai, namun ada janji kampanye yang disampaikan oleh Gubernur dan Wakil gubernur Maluku, Murad Ismail dan Barnabas Orno belum terealisasi. Tercatat ada 16 poin janji kampanye telah tertuang dalam visi dan misi gubernur dan wagub itu.

Rentang waktu berjalan sampai dua tahun lebih masa kepemimpinan, janji kampanye tersebut belum juga terealisasi. Padahal moto yang diusung saat itu adalah “Maluku Bisa”.

Janji kampanye yang kemudian tidak terealisasi ini, merupakan bentuk dari sebuah kebohongan dan kepahitan terumbar dihadapan masyarakat Maluku. Semestinya gubernur dan wakil gubernur, jangan hanya menyampaikan janji itu kepada masyarakat, namun ternyata miris sekali.

Pada prinsipnya, kita harus menyadari bersama, bahwa setiap janji ataupun visi dan misi diterapkan itu, tentu harus terlaksana secara baik. Bukan hanya dijadikan bahan kampanye yang hasilnya akan nihil.

Ketegasan yang saya sampaikan, bahwa ketika menjadi seorang pemimpin itu, harus mampu merealisasikan janji kampanyenya, sehingga tidak ada keresahan yang timbul dari benak hati masyarakat Maluku. Oleh sebabnya, kesejahteraan sosial kemakmuran pada masyarakat secara keselurahan sejalan.

Pertanyaannya dimana letak kesejahteraan kepada masyarakat Maluku ?

Ini perlu kita filterisasi bersama, sehingga dengan moto “Maluku Bisa” itu betul adanya, Jangan cuman sebagai serpihan saja. Berikut ini 16 poin janji kampanye Murad Ismail dan Barnabas Orno, yang sampai hari ini telah disenyapkan.

  1. Pemindahan ibu kota Provinsi ke Makariki

  2. Rekrutmen PNS dan pejabat

  3. Harga sembako stabil dan murah

  4. Penerapan sistem E-Government dan E-Budgeting untuk tranparansi penerapan publik

  5. Mewariskan perusahaan di Maluku dan memperkerjakan minimal 60% anak Maluku

  6. Biaya pendidikan gratis SMU/SMK di Maluku

  7. Kartu beasiswa Maluku untuk mahasiswa berprestasi kurang mampu

  8. Pengembangan RSUD menjadi RSUD pusat bertaraf internasional

  9. Peningkatan status puskesmas biasa menjadi puskesmas rawat genap di daerah terpencil dan terjauh

  10. Kartu Maluku sehat untuk berobat gratis di puskesmas dan rumah sakit

  11. Bedah rumah untuk keluarga miskin

  12. Menciptakan produk lokal one sub distric/ one villace one produk

  13. Pengembangan produksi kepulauan dan Maluku sebagai lumbung ikan nasional

  14. Pembangunan smart city di pusat kabupaten/ kota di Maluku

  15. Maluku terang dengan listrik masuk desa

  16. Revitalisasi lembaga - lembaga adat (seperti Latu Pati).

Dari Enam Belas janji kampanye tertuang diatas semua tidak terlalu berpengaruh dan bahkan sebagai penyesalan, sebab karena tidak terlalu relevan juga. Bahkan janji itu adalah kebohongan semata. (***)