Oleh: Immawati Nur Fauzia (Aktivis IMM Maluku)

MALUKUnews: Semenjak adanya virus corona atau Covid-19 yang kabarnya berasal dari kota Wuhan, China. Dunia pun mulai dihantui dengan rasa ketakutan akan kematian. Ada juga beberapa orang yang mengatakan bahwa, virus ini adalah senjata biologis yang digunakan oleh negara-negara adikuasa untuk menguasai dunia. Media mainstream pun menyatakan, bahwa ini adalah teori konspirasi.

Menurut Dr. Rashid Buttar, virus ini bukanlah virus yang berasal dari alam yang diduga dari hewan kelelawar dan hasil genetika ular dan kukang tetapi hasil buatan manusia. Dia membuktikan dalam penelitiannya yang mengatakan, bahwa virus ini sebenarnya diciptakan di Universitas North Carolina Chanel Hill. Dan mereka menerbitkan hasil-hasil pentingnya pada tahun 2015 daftar dari para peneliti diasosiasikan sebagai virus "Frankenstein" Zheng Li Shi sebagai perwakilan para peneliti tersebut, Laboratorium spesialis Patogen dan Bio safety institut Teknologi di Wuhan, China.

Dokter Shi adalah sosok yang paling penting dalam penelitian ini, dari tahun 2014 ia menerima berbagai pendanaan dari pemerintah USA dan juga dari program Nasional Basic Research Cina, Akademi science China, Badan Nasional natural science China, program penelitian prioritas, akademi ilmiah China bekerjasama untuk membantu mendanai penelitian segala hal tentang Virus Corona.

Dari hasil penelitiannya mengatakan, bahwa hampir semua corona virus yang diisolasi dari kelelawar tidak dapat mengikat pada reseptor di tubuh manusia yaitu SHCO14, yang merupakan jenis spesifik corona virus dan tidak dapat berkembang di tubuh manusia.

Eksperimen lain di penelitian ini menunjukkan, bahwa virus di dalam kelelawar liar ini harus berevolusi dahulu baru bisa membahayakan manusia, dengan kata lain virus ini untuk berkembang dan membahayakan manusia harus membutuhkan waktu yang lama.

Dari beberapa hasil penelitian itu, bahwa virus ini sangat lemah dan tidak berbahaya, karena dia sangat sulit berkembang dalam tubuh manusia serta dapat di bunuh dengan kekebalan sistem imun dalam tubuh manusia. Pada tikus lab hasil uji coba juga menyatakan, bahwa virus ini tidak menimbulkan masalah yang serius. Maka jangan heran ketika hand sanitizer, alkohol, dan HCl (garam) dapat membunuh virus ini.

Dari pernyataan-pernyataan diatas, kita harus kembali mempertanyakan apa tujuan pemerintah diseluruh dunia mengarahkan warga negaranya untuk tetap dirumah saja?

Sudah banyak masalah-masalah yang timbul akibat lockdown, baik dari segi ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan masih banyak lagi.

Ada Agenda Besar Apa Dibalik Virus ini?

Presiden Brazil Jair Bolsonaro dalam pidatonya berkata "mempertimbangkan sejarah atletik saya, jika saya terinfeksi virus ini, saya tidak akan ambil pusing! Saya tidak akan merasakan apapun kecuali sedikit meriang atau tidak enak badan. Apa yang harus menjadi perhatian kita saat ini adalah kepanikan, histeria, dan pada saat yang bersamaan merancang strategi untuk menyelamatkan nyawa manusia dan menghindari PHK besar-besaran.

Kita sudah melakukan segalanya bertentangan dengan apa yang kebanyakan negara lain lakukan. Banyak media yang memberitakan hal yang bertentangan dengan fakta. Mereka menyebarkan ketakutan mata pencaharian keluarga harus di jaga, kita harus kembali ke kegiatan normal.

Presiden Brazil itu menutup pidatonya dengan mengajak seluruh negara-negara bagian dan otoritas lokal harus segera melepas status lockdown seperti pelarangan roda transportasi, menutup usaha-usaha, dan pembatasan modal. (***)