MALUKUnews, Jakarta: Koordinator Indonesian Democration Reform Institute atau INDEI, Wahada Mony, menyatakan, Pilpres 2014 mendatang harus melahirkan pemimpin negarawan terutama pemimpin yang berkualitas dan pro terhadap kepentingan rakyat Indonesia. Saat ini Indonesia mengalami krisis kepemimpinan yang amat dahsyat. Setelah bangsa ini masuk dalam zona perubahan era reformasi, problem kepemimpinan selalu menampilkan efek domino terhadap aspek pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

“Saya kira moment pilpres ini harus menjadi penentu kemenangan bagi rakyat dalam melahirkan sosok kepemimpinan yang kredibel dan pro terhadap kepentingan rakyat”. Kata Wahada Mony di Jakarta, Jumat (02/05).

Reformasi masih menyisahkan duka pembngunan yang amat panjang bagi bangsa ini. Jiwa kepemimpinan masih belum solider dan menyatu dengan kepentingan umat. Yang terjadi adalah garis kemiskinan, disparitas kebijakan antar kawasan, problem supremasi hukum dan pemberantasan korupsi, kebijakan sektor pendidikan dan kesehatan yang jauh parsial. rakyat semakin jauh dengan elite maupun politisi yang hanya menuai janji tapi tidak realistis.

Kompetisi Pilpres tahun ini semakin keras dan menjadi ujian terbesar bagi bangsa ini, terutama rakyat akan memberi hukuman politik bagi pemimpin yang hanya mementingkan kekuasaan semata tapi kurang peduli dengan nasib rakyat banyak. Tentu elektoral pemilih tidak akan lagi mengulangi sejarah dengan memilih pemimpin apatis terhadap kepentingan rakyat.

“saya kira pilpres ini telah memberi warna kematangan elektoral dalam memilih pemimpin masa depan. Karena rakyat kian cerdas dan akan memberikan hukuman politik bagi pemimpin apatis. Sehingga yang terlahir adalah pemimpin Indonesia yang berkualitas, pro rakyat dan pemimpin yang sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia” tambah Mony.

Pemimpin yang berciri khas dan populis akan menjawab problem kebangsaan dan keindonesiaan. Tentu pemimpin nasional seperti ini terlahir dengan spirit kepedulian terhadap nasib bangsa dan rakyatnya. Ditengah era krisis kepemimpinan saat ini rakyat sangat membutuhan dan merindukan sosok pemimpin negarawan yang akrab dengan rakyatnya. Karena kesejahteraan rakyat masih menjadi simbolis demokrasi yang belum terwujud. Sehingga tahun ini adalah tahunnnya politik bagi rakyat Indonesia untuk menentukan masa depan pemimpin Indonesia yang lebih baik. (Qin)