MALUKUnews, Jakarta: Konstalasi koalisi Partai Politik (Parpol) menuju Pilpres semakin kencang dan mulai mengurucut. Manuver politik Calon Presiden (Capres) Jokowi yang diusung PDIP, Prabowo Subianto (Gerindra), Aburizal Bakrie (Golkar), Demokrat, PAN maupun parpol lainnya dalam upaya mencari titik aman ambang batas kursi presidential threshold harus memikirkan figure Cawapres yang ideal untuk digandeng dalam ivent politik nasional ini. Salah satunya adalah tokoh dari Timur Indonesia harus diperhitungkan sebagai Cawapres karena berpotensi sangat memenangkan Pilpres 2014 mendatang. Pendapat ini disampaikan oleh Koordinator Indonesian Democration Reform Institute atau INDEI, Wahada Mony di Jakarta, Senin (05/05).

Menurut Fungsionaris PB HMI Periode 2013-2015 ini mengatakan, Capres saat ini harus menggandeng tokoh nasional dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebagai pasangan kebangsaan pada momentum Pilpres kali ini. Pasalnya, tokoh dari Timur juga sangat menentukan dan cukup potensial memberikan pengaruh signifikan terhadap preferensi elektoral pemilih yang ada di kawasan timur Indonesia.

“Jika duet politik dikemas dalam koalisi kebangsaan antra tokoh Barat dan Timur dalam Pilpres 2014 ini, maka sangat berpotensi menjadi kampiun Pilpres pada 9 Juli 2014 mendatang” ungkap Mony lanjut.

Wahada Mony menuturkan, ada sejumlah tokoh nasional dari kawasan timur yang cukup berpengaruh dan populer dan layak untuk digandeng sebagai pasangan duet politik kebangsaan diantaranya, M. Jusuf Kalla (Politisi Golkar), Dr Abraham Samad, SH, MH (Ketua KPK), Ryamizard Ryacudu (Tokoh Militer), Fadel Muhammad (Politisi Golkar), M Anis Matta (Presiden PKS) serta Syarief Hasan (Menteri Koperasi dan UKM). Namun dari sejumlah nama yang dimaksud figure Jusuf Kalla, Abraham Samad serta Ryamizard Ryacudu sangat memungkinkan untuk dilamar sebagai Cawapres.

“Pa Jusuf Kalla, Abraham Samad maupun Ryamizard Ryacudu patut diperhitungkan dalam kancah pilpres ini, ketiganya sangat potensial untuk dilamar menjadi Cawapres mewakili masyarakat Indonesia Timur” saran Mony lagi.

Jokowi maupun Prabowo Subianto merupakan dua figure potensial untuk memenangkan Pilpres mendatang. Kedua Capres ini memiliki peluang terbesar untuk menjadi Presiden Periode 2014-2019 dibanding Capres lainnya seperti Aburizal Bakrie yang kian merosot jauh. Hal ini semakin terungkap saat survei terkini yang di rilis oleh Research and Consulting (SMRC). Disiii lain, Jokowi dan Prabowo adalah dua tokoh Jawa (Barat) yang memiliki magnet politik terkuat guna menarik Cawapres yang cocok dan ideal untuk disandingkan. Namun, perpaduan politik yang hanya ideal adalah duat politik antara tokoh Barat dan Timur sebagai pasangan Capres dan Cawapres yang ideal dan berpotensi memenangkan Pilpres Juli mendatang.

“Pa Jokowi maupun Prabowo harus menggandeng salah tokoh dari Timur Indonesia sebagai pasangan Cawapresnya, karena sangat memungkinkan menang pada Pilpres Juli mendatang”, pesan Mony lagi. (Qin)