Oleh: Said Moksen Almahdaly (Aktifis)

MALUKUnews: Pemilihan Umum (pemilu), merupakan satu momentum yang kelak menentukan nasib Indonesia,dan khususnya daerah kab seram bagian timur kedepan nantinya Apabila mekanisme pemilu tidak diikuti dengan tanggung jawab, maka hasilnya diragukan akan menghasilkan perubahan yang tidak sesuai harapan demi kemajuan negeri ini.

Pelkada bukan hanya sekadar momen di mana masyarakat yang telah memiliki hak pilih untuk memilih para pemimpin di negeri ini, namun di dalam pilihan mereka tersebut tersimpan harapan yang sangat besar dalam mengubah masa depan bangsa Indonesia terkhusus di daerah kab SBT.

Tentunya ada harapan yang sangat besar bahwa nantinya bupati dan wakil bupati yang terpilih mampu menampung seluruh aspirasi masyarakat dan mengiplementasikannya dalam sebuah tindakan nyata dalam bentuk progres pembangunan untuk masa depan yang lebih baik demi kemajuan bumi pertiwi ita wotu jusa. Jangan sampai pemilu hanya menjadi ajang untuk mencari keuntungan semata oleh pihak-pihak tertentu atau pribadi kita sendiri.

Bermodalkan ketenaran dan uang mereka sebagai selebriti atau tidak selebiti mereka pun berlomba-lomba untuk masuk ke partai politik dan mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Dengan berbagai motivasi, tentunya hal ini akan berdampak pada hasil pemilu yang tidak sesuai dengan yang diharapkan jika para pemilih hanya berpatokan pada ketenaran dan uang yang dimiliki calon. Maka kesalahan 5 tahun yang lalu akan kembali terjadi. Maka kita akan kembali mengubur dalam-dalam harapan tentang pembangunan dan perubahan masa depan yang lebih baik.

Jika dalam pemilihan umum yang terjadi adalah transaksi uang atau yang dikenal dengan politik uang, maka secara tidak langsung masyarakat telah menjual suara mereka dan bisa dikatakan bahwa mereka telah menjual segala harapan, maka dipastikan tidak akan didapatkan kepalah daerah yang amanah sebagai mana yang diimpi-impikan, karna usaha dan upaya membatalkan harapan dan impian itu sendiri. Semua janji-janji yang di umbar-umbarkan oleh para calon kepala daerah nantinya menguap dan tidak pernah terealisasikan.

Melihat kondisi politik di Indonesia dan khususnya di kab SBT yang seperti ini membuat kita miris, tentunya diperlukan suatu perubahan. Perubahan yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia terkhusus Kabupaten SBT daerah saya tinggal. Dan dalam hal ini hanya para pemilih cerdaslah yang menjadi peran utama dalam upaya mewujudkan arah perubahan bangsa.

hari ini tanggung jawab pemuda adalah motor penggerak dimana harus memberikan pendidikan politk bagi masyarakat kab seram bagian timur dalam mennjemput hajatan negara yakni pesta demokrasi di tahun 2020 dimana rakyat SBT menentukan nasib kemajuan negeri 5 tahun kedepan nantinya.

Perkembangan di barbagai media sosial saat ini kiranya di manfaatkan sebaik munkin dalam memberikan pendidikan politik,bagia siapapun yg menjual jargonya ituadalah hal biasa dalam pesta demokras namun kiranya narasi yang di bangun kirannya memberikan kesejukan untuk rakyat kab SBT.

Partisipasi politik pemuda sangat diperlukan agar kemunculan pemuda dalam keterlibatan politik tidak hanya dengan bermodalkan pembaharuan secara fisik ataupun umur, namun pandangan segar kaum muda yang terefleksikan oleh visi dan misi kepemimpinannya juga harus menunjukkan semangat perubahan.

Dengan mengoptimalkan kemunculan kaum muda dalam politik, serta dibarengi oleh sebuah semangat perubahan yang diusung, efektifitas sistem multi partai yang merupakan realitas di Indonesia akan secara utuh terwujud.

Dari para pemuda diharapkan gagasan-gagasan yang bersifat antipasif, yang bila perlu mengandung unsur-unsur orisinal dan berani, sehingga mampu membuat bangsa kita keluar dengan jawaban terbaiknya terhadap tantangan situasi yang diantisipasikan itu. Kepeloporan ini erat kaitannya dengan peran pemuda sebagai pembaharu dan pendobrak status quo yang dirasa menyesakkan. Di dalam era pembangunan di mana informasi merupakan unsur penentu keberhasilan pembangunan, maka kepeloporan itu perlu didasarkan pada ilmu pengetahuan (knowledge based pro-active actions).

Hal ini mengandung pengertian bahwa dari para pemuda, terutama yang terpelajar, diharapkan lebih banyak partisipasinya sebagai pemikir dan pencetus dari gagasan-gagasan pembaharuan yang dapat dilaksanakan. Peran sebagai pemikir ini adalah peran yang strategik yang perlu dijalankan dengan baik.

Dalam menyambut pesta demokrasi di maluku saat ini kab seram bagian timur juga mengambil bagian dalam momentum untuk menentukan pilihan kepalah daerah yakni bupati dan wakil bupati dalam 5 tahun kedepan.

Kiranya pemuda harus berperan penting dalam memberikan pendidikan politik bagi seluruh rakyat kabupaten seram nagian timur,harus,menjauhkan segala isu sara,hoax dll demi terjaganya pilkada yang damai dan santun demi kemajuan demikrasi di negeri itawotu nusa ynag sangat kita cintai ini. (***)