MALUKUnews: Konsep persaingan dalam dunia politik telah mengubah peta berpolitik dewasa ini. mau tidak mau semua pihak yang terlibat dalam dunia politik (Kontestan dan tim sukses)menyadari bahwa mereka tidak sendirian dan bisa dengan mudah mendapatkan suara dari pemilih tanpa mengarahkan tenaga dan pikiran. Harus disadari bahwa diluar mereka masih terdapat sejumlah pihak lain yang sama-sama berusaha dalam persaingan untuk merebut perhatian ,dukungan dan suara dari rakyat.

Dampak dari hal ini adalah munculnya tuntutan untuk melakukan perubahan paradigma dalam memandang dan memposisikan rakyat sehubungan dengan adanya dinamika berpolitik. Atau dengan kata lain bahwa rakyatlah yang memiliki otoritas dalam menentukan apakah partai politik atau kandidat dapat menjadi pemenang ataukah malah menjadi pecundang.untuk itu,adanya keharusan bagi siapapun yang bersaing dalam politik (Pileg) hendaknya menempatkan rakyat sebagai titik tolak bagi pengembangan isu-isu politik dan program kerja. Tentunya perubahan ini sangat berarti bagi partai politik ataupun kandidat caleg yang selama ini menjadikan masyarakat sebagai objek politik.

Padahal dalam kenyataannya,terutama pada era sekarang ini, rakyat adalah subyek politik. Sering politikus melihat dari sudut pandang mereka sendiri tanpa memperhatikan aspirasi rakyat. Seolah-olah yang dirasakan dan dipikirkan oleh politikus juga akan dirasakan dan dipikirkan dengan cara yang sama oleh masyarakat. Padahal kenyataanya tidak selalu seperti itu, Karena memahami kondisi masyarakat adalah suatu keniscayaan yang amat diperlukan. Kata kunci dari orientasi publik adalah rakyat dan masyarakat itu sendiri (Firmanzha Ph.D) orientasi ini akan menimbulkan beberapa konsekuensi pertama.

Pertama kandidat perlu terus menerus melihat dan menganalisis setiap kejadian dan perubahan yang terdapat dalam masyarakat. Kedua; setiap aktivitas politik harus melihat pula tanggapan masyarakat terhadap aktivitas tersebut. Dengan cara inilah sehingga mampu merubah sikap party centric menjadi public centric. Ketiga; kehadiran parpol/kandidat tidak terlepas atau tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat. Karena itu tugas utama dalam hal ini adalah menjaga bagaimana proses komunikasi dan interaksi antara keduanya tetap terjaga.

Ditulis oleh: Tahir Ohorella: Presiden Mahasiswa Unidar Ambon.