Oleh: Sahlan Heluth, S,Pi, M.Si (Jurnalis)

MALUKUNnews.co: Covid-19, ok, memang benar adanya. Tapi terkadang akal sehat juga tak menerimanya. Tapi harus terima. Dipaksa menerima ?. Iya, bisa juga dibilang begitu. Tapi kenyataan ada yang meninggal akibat Covid-19 itu sendiri. Berarti Covid-19 itu benar-benar ada. Covid-19 kau sungguh kejam.

Ada sebagian masyarakat kita tak percaya Covid-19 itu ada. Nah...itulah tugas pemerintah untuk meyakinkan mereka, bahwa Covid-19 itu benar-benar ada.

Tapi, pemerintah daerah, kadang juga membuat kita ragu. Kebijakannya justru kurang meyakinkan, bahwa Covid-19 itu benar adanya. Salah satu contoh kebijakan kecil yang selama ini mengganggu nalar saya. Yakni pembatasan jam malam. Toko, swalayan, pengisian BBM, dan tempat umum lainnya, dibatasi, hanya boleh buka sampai pukul 20.00 WIT saja. Jika lewet dari jam itu akan diberi sanksi.

Sementara pada siang harinya, aktifitas masyarakat seperti di pasar dan tempat umum lainnya berjalan seperti bisa. Kerumunan masyarakat terjadi luar biasa. Itu dianggap biasa-biasa saja. Tapi khan tetap menjaga protokol kesehatan. Malam hari juga menjaga protokol kesehatan koq, apa bedanya.

Setahu saya, pembatasan jam malam itu lebih cocok untuk kebijakan dalam penanganan konflik masa/komunal saja. Orang-orang intelek juga pasti tau tentang teori ini, tapi herannya, mereka, termasuk saya, koq juga diam, tak bisa mengomentarinya.

Ada apa dengan kita. Takut berkomentar, juga tidak. Takut dimarahi, juga tidak. Lalu kenapa kita tak mengomentarinya. Itulah yang membuat saya juga bingung.

Saya sekedar mengingatkan saja, jangan sampai sesuatu yang kita anggap tak benar, tapi kita diam saja. Itu berarti kita hanya menunggu kehancuran terjadi. Jangan sampai begitu.

Memang kita tau, setiap pemerintah pasti ingin memberikan yang terbaik untuk rakyatnya. Pemerintah tak mungkin merugikan rakyatnya sendiri. Pemerintah ada untuk melayani rakyat. Itu salah satu tugas pokonya, yakni menjamin dan memastikan kesejahteraan untuk rakyat, memastikan rakyat itu sehat dan lain sebagainya.

Jadi, jika ada yang salah dengan kebijakan pemerintah, kita juga tak boleh diam. Kita perlu memberi masukan, agar jangan sampai pemerintah salah mengambil kebijakan. Pemerintah juga itu manusia biasa, jadi dia juga bisa salah. Tugas kita harus mengingatkan agar kita semua bisa selamat.

Rakyat harus sayang dan perlu bantu pemerintah. Kita harus memberikan penguatan untuk pemerintah. Jangan sampai ‘kapal’ besar ini menjadi bocor. Karena semua bisa tenggalam.

Saling menguatkan itu penting, agar ‘kapal’ besar ini jangan sampai bocor. Kapal yang sedang kita tumpangi bersama ini, harus mampu selamat dari ombak dan badai yang datang silih berganti. Semoga kita semua selalu berada dalam lindunganNya. Aamiin. (***)