MALUKUNEWS, Ambon: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku telah berlangsung 11 Juni lalu. Berbagai warna strategi politik menyemaraki pesta rakyat tersebut. Kendatipun ada sanggahan dan keberatan dari beberapa kandidat namun hal tersebut adalah serba serbi pilkada yang bermuara pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku juga sudah menetapkan jadwal pelaksanaan Pilkada putaran kedua akan digelar 9 Semptember 2013.

Terkait pelaksanaan Pilkada putaran kedua tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ros Far-Far kepada wartawan usai peresmian Kantor Wilayah Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), Jumat (5/7) mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mempunyai kewenangan dalam penyelenggaraan Pilkada hanya sebagai fasilitator yang bertugas untuk memfasilitasi jalannya pilkada. “Kita akan mempunyai tugas untuk memfasilitasi. Kita tidak boleh mencampuri urusan KPU karena mereka adalah pihak penyelenggara. Tugas kita sebagai pemerintah daerah adalah fasilitasi pilkada,” katanya.

Ditambahkan, selaku Ketua Tim Koordinasi dan Monitoring Pilkada dirinya bertanggung jawab untuk menginformasikan dan melaporkan pilkada kepada pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Saya sendiri adalah Ketua Tim Koordinasi dan Monitoring Pilkada sehingga punya tanggung jawab untuk menginformasikan dan melaporkan kepada Mendagri,” ujarnya. (S5)