MALUKUnews, Ambon: Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Maluku, Paulus Kaihatu memastikan pihaknya akan melakukan kajian terhadap lahan sagu yang diolah menjadi embal di Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara. Kaihatu sempat kaget jika pada kecamatan tersebut terdapat lahan sagu yang luas yang dapat menjadi produk awal dalam mencanangkan pangan lokal di Maluku.

"Saya juga kaget jika di Kei Besar itu ada lahan sagu yang bisa dijadikan sebagai ladang pengolahan sagu menjadi embal. Hal ini akan dikaji oleh pihak kami sehingga bisa menyukseskan pangan lokal di Maluku,"ungkap Kaihatu dalam rapat Komisi B DPRD Maluku, Selasa (2/12).

Kaihattu mengakui, sejauh ini pihaknya hanya melirik serta membidik lahan sagu yang ada di Kecamatan Kei Kecil. "Ini akan menjadi catatan kami di Badan Ketahanan Pangan, sehingga kedepan akan menginventarisir berbagai lahan yang dapat dijadikan sebagai sarana penunjang program pangan lokal serta menyukseskan program pangan bagi keluarga miskin (Pankin) ini,"jelasnya.

Dia mengatakan, selain Kecamatan Kei Kecil yang dibidik beberapa kabupaten/kota yang dilirik juga diantaranya Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tengah (Malteng) dan Kota Ambon secara keseluruhan.

Kajian yang nantinya dilakukan oleh BKP Maluku itu terjadi setelah Kepala Badan mendengarkan aspirasi dari Agnes Renyut yang adalah anggota DPRD Maluku dapil Maluku VI (Maluku Tenggara, Tual dan Kabupaten Aru) saat rapat Komisi B DPRD Maluku.(shella)