MALUKUnews, Ambon: Salah satu komisioner Bawaslu Maluku, Lusia Peilouw resmi dipecat oleh Dewan Kehormatan Pengawasan Pemilu (DKPP).

Pemecatan tersebut, terkait adanya laporan masyarakat bahwa Peilouw pernah menjadi anggota Partai Barnas Provinsi Maluku dan mencalonkan diri sebagai caleg tahun 2009. SK pemecatan Peilouw itu dikeluarkan tertanggal 12 Desember 2014.

Sesuai dengan UU 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu Pasal 11 huruf (i) berbunyi ‘Syarat calon anggota KPU dan Bawaslu harus mundur dari parpol, paling lambat lima tahun sebelum mendaftar sebagai calon anggota KPU dan Bawaslu’.

Namun belum lima tahun, Peilouw sudah mendaftar dan selanjutnya terpilih sebagai Komisioner Bawaslu Maluku.

Ketua DKPP Maluku, To­nny Pariela, mengatakan, DKPP Pusat secara resmi telah mengeluarkan SK pemecatan kepada Lusia Peilouw ter­tang­gal 12 Desember 2014 namun dirinya tak mengingat nomor SK tersebut.

“Saya baru kembali dari DKPP Pusat untuk melakukan rapat koordinasi dan saya juga diberitahukan bahwa Peilouw sudah dipecat seba­gai salah satu komisioner Bawaslu Maluku,” katanya.

Dijelaskan, berdasarkan laporan yang disampaikan masyarakat kepada DKPP Pusat maka langsung dilaku­kan penelusuran dan ternyata mendapatkan fakta-fakta yang menegaskan Peilouw pernah menjadi anggota parpol dan mencalonkan diri sebagai anggota Legislatif DPRD Maluku dari dapil Malteng pada Pileg tahun 2009 lalu dan baru direkrut menjadi komisioner Bawaslu Maluku di tahun 2012.

“Sesuai dengan aturan bahwa menjadi komisioner Bawaslu baik pusat/provinsi maupun Panwaslu tingkat kabupaten/kota harus meng­un­durkan diri dari anggota parpol minimal lima tahun namun ternyata belum cukup lima tahun lagi, Peilouw sudah diangkat sebagai komisioner Bawaslu Maluku,” jelasnya.

Pariela mengaku juga baru mengetahui Peilouw pernah menjadi anggota partai politik bahkan juga menjadi caleg pada tahun 2009 lalu setelah adanya surat pemecatan dari DKPP Pusat.

“Dulu waktu proses rekrut­men komisioner Bawaslu ada prosedurnya dimana masya­rakat akan memberikan sang­gahan terhadap para calon-calon yang sudah dinyatakan lolos dalam beberapa tahapan. Namun ternyata hingga proses pentahapan itu selesai, tidak ada sanggahan dari satupun sehingga tidak ada masalah apa-apa. Ternyata belakangan ini kita baru dikagetkan dengan SK pemecatan tersebut,” katanya. (Siwalima)