MALUKUnews, Ambon: Calon gubernur Maluku, Yacobus F. Puttilehalat, berjanji akan memekarkan Tenggara Raya (Kabupaten MTB, Aru, Malra, Kota Tual dan MBD) untuk berdiri sendiri menjadi sebuah provinsi otonom, pisah dari provinsi Maluku. “ Jika saya terpilih menjadi gubernur Maluku, maka saya berani untuk mekarkan Tenggara Raya menjadi satu daerah otonom,” ujar Puttilehalat kepada Moluken.com, via ponselnya, Rabu (05/06), pagi.

Menurut Puttilehalat, jika dilihat dari kekuatan Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), maka Tenggara Raya sudah layak untuk berdiri sendiri. Untuk diketahui, lokasi-lokasi migas banyak sekali bertebaran di wilayah Tenggara Raya. Tercatat dari 16 Cikungan (lokasi migas) yang ada di Maluku, 4 Cikungan di antaranya berada di Tenggara Raya, dan jika kelola dengan baik bisa mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat. “ Tenggara Raya sangat kaya dengan hasil alamnya terutama tambang dan energy lainnya,” ucap Puttilehalat yang juga adalah Ketua DPD Partai Demokrat Maluku ini.

Kata Puttilehalat selama dua hari kemarin, ia dan timnya melakukan road show ke sejumlah kabupaten di Tenggara Raya, seperti Maluku Tenggara, Kota Tual, Aru dan MTB untuk tujuan kampanye. Dari antusias masyarakat saat berkampanye itu, ia yakin akan mendulang suara di sejumlah kabupaten itu pada Pilkada yang berlangsung tanggal 11 Juni 2013 mendatang. “ Masyarakat kini sudah cerdas. Mereka lebih memilih pemimpin yang dianggap bermanfaat bagi kehidupan mereka,” katanya.

Untuk diketahui, Puttilehalat ini maju sebagai calon gubernur Maluku berpasangan dengan Dr. Arifin Tapi Oyihoe, M.Si, seorang akademi dari Unpatti Ambon. Pasangan ini tampil dengan slogan BOB-ARIF dengan nomor urut 2. (Qin)