MALUKUnews, Ambon: Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon, Maluku, melelang ikan hasil curian milik dua kapal asing. Walau begitu hanya satu pengusaha yang berminat dalam lelang ikan itu.

Acara lelang berlangsung di markas Lantamal IX Ambon, Rabu (24/12/2014) dipimpin pejabat lelang dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ambon, Abdulrachim Maricar.

Hanya ada satu pengusaha yang berminat membeli ikan lelang yaitu Polce Latuperissa meskipun sebe­lumnya Lantamal sudah meng­umumkan adanya proses lelang.

Menurut Polce, rekan-rekannya sesama pengusaha ikan masih ragu dengan kualitas ikan. Sebab, kapal-kapal asing itu ditangkap pada 7 Desember 2014. Mereka juga tidak tahu kapan ikan ditangkap dan bagaimana kualitasnya. “Apalagi ikan-ikan yang dilelang itu terdiri dari beragam jenis. Biasanya peng­usaha ikan hanya membeli dan menjual satu jenis ikan,” kata Polce.

Lantaran hanya ada satu peserta lelang, maka Polce-lah yang menjadi pemenangnya. Ia berhak membeli ikan berbagai jenis itu dengan harga Rp 6.000/kg. Dari KM Century 4, ikannya berjumlah 32 ton dengan nilai Rp 193 juta. Sementara dari KM Century 7, jumlah ikan yaitu 16 ton senilai Rp 96 juta. Polce harus membayarnya paling lambat lima hari setelah lelang.

Ikan-ikan itu merupakan barang bukti dari pemeriksaan KM Century 4 dan Century 7 yang masuk ke perairan Indonesia tanpa izin. Kedua kapal sudah ditenggelamkan di Teluk Ambon pekan lalu. Pada 7 Oktober, personil TNI Al menangkap dua kapal asal Thailand berbendera Papua Nugini itu. Kapal-kapal itu memasuki wilayah Indonesia tanpa dokumen dan izin. (Siwalima)