MALUKUnews.co, Banda: Di masa pandemi Covid-19 ini, hampir semua kegiatan akademik di kampus melakukan perkuliahan dengan menggunakan daring (online).

Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampus Sekolah Tinggi Perikanan (STP) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hatta Sjahrir Banda Naira, Maluku Tengah (Malteng) dilakukan secara daring.

Pelaksanaan PKKMB dengan metode daring ini, sesuai kondisi masing-masing perguruan tinggi. Hal ini berpedoman pada Panduan PKKMB yang dikelurkan Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemedikbudristek) Tahun 2021.

Berdasarkan pada pedoman Kemendikbudristek itulah, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hatta Sjahrir Banda Naira, Maluku Tenggah, menggelar kegiatan PKKMB daring sejak Sabtu lalu hingga Senin (09/08), pagi.

Ketua Panitia Pelaksana PKKMB STP dan STKIP Hatta Sjahrir Banda Naira, Kasman Renyaan, S.Pd., M.Pd, dalam lirisnya yang diterima Malukunews.co, Senin (09/08), mengatakan, PKKMB daring ini bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa dewasa, berkarakter religius, mandiri dan berintegritas terutama menghadapi pandemi Covid-19.

“PKKMB ini sebagai bagian dari proses adaptasi mahasiswa baru, dengan lingkungan kampus, mengenal oranga kampus, kampus merdeka, merdeka belajar. Yang terpenting adalah untuk menumbuhkan semangat belajar di perguruan tinggi, sehingga kelak menjadi lulusan yang berilmu pengetahuan, beradab, cinta tanah air dan berdaya saing global,” ungkap Renyaan.

Menurut Renyaan, kegitan PKKMB daring via metting zoom ini, diikiti oleh 140 mahasiswa. Mereka terdiri dari kelompok STP sebanyak 80 mahasiswa, masing-masing Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) sebanyak 52 orang dan Program Studi Budidaya Perairan (BDP) sebanyak 28 orang. Sedangkan pada kelompok STKIP terdiri dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia sebanyak 23 orang, Matematika 14 orang dan Pendidikan Sejarah 26 orang. “ Angka ini belum termasuk mahasiswa non reguler pada tahun akademik 2021/2022,” ucapya. (Mar)