MALUKUnews, Ambon: Suara gemuruh dan dentuman menjadi momok menakutkan sering terdengar di Dusun Waenuru, Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Informasi dari masyarakat Dusun Waenuru itu, kemudian ditindaklanjuti oleh BPBD Maluku dengan melakukan sosialisasi anti hoax kebencanaan, sekaligus dirangkai dengan layanan kesehatan maupun layanan psikososial. Sosialisasi ini ini bertemoat di loakasi pengungsian perbukitan Dusun Waenuru, Jumat (06/12), kemarin.

Tim sosialisasi ini, selain BPBD Provinsi, juga BPBD Maluku Tengah, LIPI , Pemuka Agama, tim kesehatan serta tim dari BNPB. Pada sosilisasi itu, pihak LIPI menyampaikan terkait aspek ilmiah proses terjadinya gempa. Sedangkan Pemuka Agama, Ustad Arsal Tuasika,l menyampaikan pendekatan agama untuk memperkuat mental warga.

Anak-anak dan ibu-ibu yang hadiri pun mendapat dukungan motivasi, berupa pemutaran video edukasi bencana, permainan dan hiburan serta berlatih relaksasi sederhana mengurangi trauma panik suara gemuruh gempa.

Rombongan BNPB yang terdiri dari Komunitas artis NKRI, dan Relawan Yayasan Lapan Maluku, menyasar anak-anak dengan aksi permainan dan hiburan. Khususnya kepada ibu-ibu melalui mitra praktisi motivator Samantha Consulting and Training dilaksanakan terapi emotional freedom technique.

Kepala Dusun Waenuru, Lajanu, mengucapkan terimakasih atas kegiatan sosilisasi untuk warganya. “ Terimakasih sekali, alhamdulillah atas kegiatan sosialisasi dari tim BNPB, BPBD maupun dari lembaga lainnya. Sekali lagi saya ucapkan terima ksih,” ujar Lajanu. (Jodi)