MALUKUnews.co, Ambon: Buruknya pelayanan dan fasilitas pendidikan di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), khusunya di wilayah pegunungan menjadi perhatian tersendiri.

Lima negeri yang ada di pegunungan Seram Utara, seperti, Negeri Manusela, Maraina, Hatuolo, Elemata dan Negeri Kaloa, saat ini kondisi pendidikan siswanya sangat memprihatinkan.

Gerakan Mahasiswa Pegunungan Seram Utara (Gema Penu Setara) dan Komunitas Pela pun mengecam Bupati Malteng, Abua Tuasikal, yang dinilai tak peduli dengan pelayanan dan fasilitas pendidikan yang ada di wilayah pegunungan Seram Utara itu.

Dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Sabtu (24/07), GEMA PENU SETARA, pun mengaku telah melayangkan surat terbuka kepada Bupati Maluku Tengah itu.

Dalam surat terbuka itu, mereka menyampaikan, bahwa di lima negeri itu sangat minim tenaga guru di SD YPPK Manusela dan tidak ada buku bacaan.

Sementara di SD Negeri Marina juga terjadi kekurangan guru dan buku bacaan siswa. Di SD Kecil Elamata tidak ada kepala sekolah, minimnya tenaga pengajar dan bagunan sekolah yang tak layak.

Sedangkan di SD Negeri Hatuolo tidak memiliki fasilitas sekolah dan status guru di sekolah tersebut tak jelas.

Jansen, Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GEMA PENU SETARA, dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Sabtu, malam, mengatakan, semua persoalan terkait pendidikan di pegunungan Seram Utara itu, sangat memprihatikan. “ Kami punya data dan dokumentasi terkait buruknya pendidikan di wialyah kami,” ujar Jansen dalam rilisnya itu. (Qin)