MALUKUnews.co: Kondisi kulit yang kasar karena terdapat benjolan-benjolan kecil kerap disebut sebagai penyakit kulit ayam. Dalam dunia medis, penyakit kulit ayam disebut dengan keratosis pilaris.

Keratosis pilaris biasanya muncul di lengan atas, paha, pipi, atau bokong. Penyakit ini tidak menular, tetapi benjolan yang muncul dapat menyebabkan gatal dan rasa tidak nyaman.

Menurut dr. Arina Heidyana keratosis pilaris disebabkan oleh penumpukan keratin di permukaan kulit. Penumpukan keratin dapat menyumbat pori-pori dan menghalangi folikel rambut yang akan tumbuh.

Keratosis pilaris umumnya dapat membaik dengan sendirinya. Akan tetapi, ada ada beberapa cara untuk mengatasi penyakit kulit ayam.

Cara Mengatasi Keratosis Pilaris

Saat berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit, Anda mungkin akan mendapatkan treatment laser untuk mengatasi keratosis pilaris.

Nantinya, dokter dapat menembakkan sinar laser ke bagian kulit yang terdapat keratosis pilaris. Dibutuhkan beberapa kali perawatan laser untuk menghilangkan benjolan kecil dan kasar di kulit.

Selain itu, dilansir dari American Academy of Dermatology, Anda dapat mengoleskan keratolik sebagai obat keratosis pilaris. Nama lain dari keratolitik adalah chemical exfoliator. Keratolitik mampu menghilangkan penumpukan sel kulit mati.

Kandungan zat yang terdapat di dalam keratolitik adalah alpha hydroxy acid (AHA), asam glikolat, asam laktat, retinoid (retinol, retinol, tretinoin, adapalene, tazarotene), asam salisilat, dan urea.

Gunakan keratolik sesuai dengan petunjuk pemakaian. Menggunakan keratolitik terlalu banyak dapat menyebabkan kulit menjadi kasar dan iritasi.

Cara Mencegah Keratosis Pilaris

Dokter Arina Heidyana mengatakan, “Tips mencegah keratosis pilaris bisa dengan rutin menggunakan pelembap, mandi air hangat, rutin eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati, dan menjaga kelembapan udara dalam ruangan agar kulit tidak kering.” Penjelasan lebih lengkapnya bisa Anda simak lewat uraian di bawah ini:

Rutin Menggunakan Pelembap

Pelembap yang mengandung alpha hydroxy acid (AHA), seperti asam laktat, dapat menghidrasi kulit kering dan mendorong pergantian sel.

Kandungan glycerin yang umumnya ada di dalam pelembab juga dapat membuat benjolan keratosis pilaris jadi lebih lembut. Anda juga bisa menggunakan air mawar dapat meredakan peradangan di kulit.

Tips, gunakan pelembap yang berbentuk krim atau salep bebas minyak untuk mencegah pori-pori kulit tersumbat. Anda dapat mengoleskan pelembap setelah mandi atau sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

Mandi Air Hangat

Mandi menggunakan air hangat, kira-kira selama 15 menit, dapat membuka sumbatan dan membantu melonggarkan pori-pori kulit. Cobalah menggosok bagian keratosis pilaris dengan sikat mandi untuk kulit atau shower brush.

Tujuan menyikat untuk membantu menghilangkan benjolan. Sikat kulit dengan lembut, jangan terlalu kencang atau kasar. Jangan mandi terlalu lama karena air hangat dapat menghilangkan minyak alami tubuh.

Eksfoliasi Kulit dengan Lembut

Eksfoliasi dapat menghilangkan sel-sel kulit mati. Anda dapat menggunakan loofah atau batu apung untuk mengeksfoliasi kulit. Hindari menggosok kulit terlalu kencang karena dapat menyebabkan iritasi dan memperparah kondisi keratosis pilaris. Jaga Kelembapan Udara di Dalam Ruangan

Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di dalam ruangan. Udara yang lembap juga dapat menjaga kelembapan kulit dan mencegah timbulnya rasa gatal.

Jangan Gunakan Pakaian Ketat

Mengenakan pakaian yang ketat dapat membuat kulit mudah iritasi. Sebab pakaian ketat membuat kulit bergesekkan dengan kain. Gunakan pakaian dengan bahan lembut dan longgar atau sesuai ukuran tubuh. (OVI/AYU)

Sumber: klikdokter.com