MALUKUnews, Ambon: Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah lebih memperketat pintu masuk-keluar wilayahnya dalam rangka mencegah penularan Covid-19 lebih luas.

Para pelaku perjalanan, selanjutnya dibebankan membayar uang hingga Rp. 2.000.000 untuk biaya pengurusan administrasi.

Pengketatan pintu masuk-keluar wulayah Malteng dan besarnya biaya pengurusan administrasi itu, telah dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbub) Nomor: 30 Tahun 2020 yang dikeluarkan Bupati Maluku Tengah (Malteng), Tuasikal Abua, beberapa hari lalu.

Perbup Nomor 30 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan Coronavirus Disease -19 di Kabupaten Maluku Tengah itu, salah satunya mengamanatkan, bahwa setiap pelaku perjalanan wajib mengantongi surat keterangan (suket) SWAB bila ingin masuk ke wilayah Kabupaten Malteng.

Penegasan ini diatur dalam Pasal 4 poin 3b, yang menegaskan bagi pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Kabupaten Maluku Tengah wajib mengantongi dan menunjukkan hasil swab. Jika syarat ini tidak dimiliki maka pelaku perjalanan dimaksud wajib mengikuti karantina selama 21 hari.

Informasi yang berhasil dihimpun Malukunews.co, Senin (14/09), menyebutkan, setiap pelaku perjalanan masuk-keluar wilayah Malteng harus mengantongi hasil SWAB. Biaya SWAB itu sendiri berkisar 1,5 – 2 juta rupiah. (Qin)

Tonton vidio terkait berita ini di MALUKUNEWS TV. Klik disini: https://www.youtube.com/watch?v=z0ZsVu91B5M