MALUKUnews, Masohi: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Maluku Tengah (Malteng), melakukan aksi, dengan mendatangi kantor DPRD Malteng, Sabtu (23/11).

Aksi para aktifis KAMMI ini, guna meminta DPRD segera mendesak dan menanyakan komitmen Kepala Dinas PUPR Malteng untuk mengganti rumah warga Kampung Kodok yang menjadi korban proyek revitalisasi pada tahun 2018 lalu.

" Kami mendesak DPRD untuk turut mengawal ini. Janji Pemda untuk mengganti delapan rumah warga Kampung Kodok itu harus segera direalisasikan," tegas Irwin Tabang, Ketua KAMMI Malteng dalam aksi itu.

Irwin juga berharap Pemda Malteng supaya segera menepati janji itu, dengan mengganti delapan rumah warga di tahun 2019 ini. Bahkan, Irwin dan kawan-kawannya pun mengancam, akan memboikot proyek revitalisasi tersebut, jika sampai akhir Desember 2019 ini, delapan rumah warga itu belum juga diganti.

Irwin pun menuding, Pemda Malteng selama ini tidak serius untuk menyelesaikan masalah ini. “ Masa sih, cuma masalah tanah saja satu tahun tidak selesai. Sementara Pemda saat itu berjanji kepada warga, bahwa tiga bulan sejak mereka tinggalkan rumah, rumah mereka sudah tergantikan dengan yang baru," ujar Irwin menirukan janji Pemda saat itu.

Tercatat sudah tiga kali KAMMI Malteng melakukan aksi dan mengadvokasi kasus ini. “ Ingat saya dengan teman KAMMI terus mengawal persoalan masalah ini hingga tuntas,” tegasnya.

Setelah melakukan aksinya beberapa menit, Puluhan aktivis KAMMI ini kemudian diterima oleh Wakil Ketua DPRD Malteng, Kace Haurissa serta anggota DPRD lainnya seperti La Deno dan Safi’i. (Red)