MALUKUnews, Ambon: Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku bersama tim Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI), melakukan sosialisasi terkait kebencanaan yang berlangsung di Gereja Protestan Maluku (GPM) Suli, Maluku Tengah, Minggu (24/11), Pagi.

" Walaupun hanya 15 menit bertatap muka, singkat sekali, tapi warga jemaat, anak-anak, pemuda dan orang tua sangat antusias mendengar sosialisasi yang kami sampaikan. Tidak ada yang meninggalkan kursinya. Semua jemaat serius mendengarkan apa yang kami sampaikan itu," ujar pegawai BPBD Provinsi Maluku, Fretha Julian Kayadoe yang juga tampil menyampaikan sosialisasi itu.

Lanjutnya, dalam sosialisasinya, Fretha, lebih menyampaikan hal-hal yang praktis. Yakni tentang cara menghindari gempa dan penjelasan teknisnya, agar mudah dimengerti dan masyarakat pun tidak panik saat gemap terjadi.

Fretha mengatakan, ternyata sejak tanggal 28 Oktober 2019 lalu, majelis jemaat GPM Suli ini telah menginisiasi gerakan kembali ke rumah. Lonceng gereja mereka bunyikan setiap jam 5 subuh, sebagai tanda, bahwa setiap keluarga harus berdoa di rumah masing-masing.

"Hasilnya, sudah banyak masyarakat Suli yang secara sukarela kembali ke rumahnya masing-masing. Walaupun masih banyak anggota masyarakat lain yang masih menetap di tenda pengungsian, namun itu hanya terjadi saat malam tiba saja," ujar Fretha kepada pers. (Nona)