MALUKUnews, Ambon: Gempa bumi dengan magnitudo 4,4 yang menguncang Maluku Tengah, pada Senin (25/11), siang, dilaporkan satu warga di Negeri Abubu, Nusa Laut, Maluku Tengah, mengalami luka atas nama Maria Lekahena.

Maria mengalami luka sobek pada bagian kepala karena tertimpa reruntuhan bagunan rumah miliknya saat gempa tersebut terjadi. Maria langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis.

Gempa magnitudo 4,4 tersebut cukup kuat dirasakan di Nusalaut, dan Pulau Ambon. Sementara di Nusalaut menyebabkan beberapa bangunan rumah warga rusak, karena episentrum gempa sangat dekat dengan wilayah tersebut.

" Hasil analisis BMKG menunjukan, gempabumi ini memiliki kekuatan M-4,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.65 LS dan 128.74 BT, atau tepatnya berlokasi di laut 5 km Baratlaut Nusalaut-Malteng, pada kedalaman 10 km. " ujar Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Sunardi S.Kom dalam rilisnya.

Menurut Sunardi, dampak gempabumi berdasarkan informasi dari masyarakat dirasakan di Nusalaut IV MMI ( Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi), Saparua III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

"Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu, Ambon dan Masohi II MMI dengan Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Di daerah tersebut, guncangan gempabumi dirasakan oleh banyak orang. Hasil pemodelan menunjukan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. " ucapnya.

Katanya dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar lokal.

Masyarakat pun dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Masyarakat juga diminta untuk memantau informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (Nona)